Pada perdagangan Rabu (15/7/2009), IHSG ditutup menguat tajam 66,699 poin (3,24%) ke level 2.123,278. Indeks LQ 45 juga naik 14,455 poin (3,61%) ke level 414,581.
Saham BUMI tercatat paling atraktif dengan nilai perdagangan Rp 1,036 triliun atau 22,33% dari total nilai perdagangan. Nilai transaksi BUMI jauh melampaui saham-saham aktif lainnya. Kelompok usaha Bakrie ini mencatat kenaikan harga Rp 80 menjadi Rp 1.940.Broker yang paling tinggi melakukan pembelian atas saham BUMI adalah PT CLSA Indonesia (kode broker:KZ) senilai Rp 151,166 miliar. KZ melakukan pembelian tanpa melakukan penjualan sama sekali atas saham BUMI.
President Director PT CIMB-GK Securities Indonesia, Bernard Thien menyatakan, pihaknya tetap mempertahankan rating Bumi Resources (BUMI) pada OUTPERFORM dengan target harga Rp 3500. Meskipun anak usaha BUMI, Multicapital akan mengikuti divestasi Newmont bergandengan dengan Pemda NTB.
"Saham yang didivestasikan tergolong kecil (10%) serta porsi BUMI pada JV yang kecil, dampak terhadap fundamental BUMI tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek. Menurut kami, kekhawatiran bahwa akuisisi ini value destructive dan mengambil cash dari BUMI tidak beralasan," jelasnya.
Selain oleh saham BUMI, kenaikan saham-saham komoditas dan perbankan menjadi pemasok utama kenaikan IHSG. Selain itu, kenaikan IHSG ini juga terjadi seirama dengan kenaikan bursa-bursa regional lainnya. Indeks Hang Seng naik 2,09%, KOSPI naik 2,55%, Nikkei-225 naik tipis 0,88%.
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 104.275 kali pada volume 5.626 juta lembar saham senilai Rp 4,642 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 40 saham turun dan 47 saham stagnan.
Saham-saham lain yang mencetak kenaikan harga antara lain, Astra International (ASII) naik Rp 1850 menjadi Rp 26.900, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 menjadi Rp 11.350, BRI (BBRI) naik Rp 550 menjadi Rp 7350, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 375 menjadi Rp 4.950, BCA (BBCA) naik Rp 200 menjadi Rp 3.725, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 menjadi Rp 3.825.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi RP 5.150, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 30 menjadi Rp 730, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun Rp 10 menjadi Rp 550. (qom/dro)











































