Pada perdagangan Rabu (15/3/2009), rupiah kembali ditutup menguat ke 10.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 10.190 per dolar AS.
Sementara yen kembali mendapatkan tekanan di pasar Asia, setelah Goldman Sachs mengumumkan laporan keuangan yang lebih baik. Hasil dari Goldman tersebut memberikan setitik harapan akan segera membaiknya sektor perbankan. Investor pun mulai meninggalkan 'safe havens' dan mulai berburu mata uang yang lebih berisiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melemahnya yen menjadi pertanda yang jelas meningkatnya rasa akan risiko. Mata yang yang lebih berisiko seperti dolar Australia pun kembali meningkat permintaannya," ujar analis dari NAB Capita, Robert Henderson, seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)










































