Intel mengumumkan laporan keuangan yang melebihi ekspektasi analis untuk permintaan personal computer (PC). Intel sebelumnya mengumumkan kerugian US$ 398 juta untuk periode April-Juni, setelah terkena pukulan denda US$ 1,45 miliar dari Uni Eropa. Namun jika tidak memperhitungkan efek denda tersebut, Intel mampu mencetak pendapatan per saham 18 sen, atau lebih baik dari ekspektasi analis yang hanya 8 sen per saham.
Intel juga mengumumkan outlook yang mencerahkan, sehingga sahamnya melonjak hingga 7,3% menjadi US 18,05.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (15/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik hingga 256,72 poin (3,07%) ke level 8.616,21. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 26,84 poin (2,96%) ke level 932,68 dan Nasdaq melonjak 63,17 poin (3,51%) ke level 1.862,90.
Saham-saham teknologi menjadi bintang seperti IBM yang melonjak 3,9%, Google naik 3,2%.
Selain saham-saham teknologi, saham-saham sektor finansial juga bergerak menguat mengantisipasi keluarnya laporan keuangan. Saham JPMorgan tercatat menguat hingga 4,5%.
Investor juga terdorong oleh keluarnya catatan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menyatakan bahwa perekonomian akan membaik pada semester II, namun masih akan emnghadapi kerentanan.
Perdagangan cukup moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,37 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,53 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
Harga Minyak Membaik
Sementara harga minyak mentah dunia akhirnya membaik dipicu anjloknya cadangan minyak mentah AS. Data Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak AS merosot lebih dari ekpektasi yakni sebanyak 2,8 juta barel.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus naik 2,02 dolar menjadi US$ 61,54 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga naik 2,23 dolar menjadi US$ 63,09 per barel.
(qom/qom)











































