Rupiah Pantang Mundur

Rupiah Pantang Mundur

- detikFinance
Kamis, 16 Jul 2009 08:09 WIB
Rupiah Pantang Mundur
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus bergerak menguat di tengah pasar saham yang sedang dilanda hingar bingar. Rupiah semakin mantap menuju level 10.000 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (16/7/2009), rupiah dibuka menguat ke 10.095 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.140 per dolar AS. Aliran-aliran modal masuk ke Indonesia kembali semarak.

Deputi Direktur Direktorat Internasional BI, Dian Ediana Rae sebelumnya mengatakan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih diatas 4 persen serta inflasi yang cukup rendah dan didukung oleh fluktuasi nilai rupiah yang terkendali maka investasi asing, baik terhadap investasi portofolio maupun Foreign Direct Investment (FDI) akan meningkat.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi ini diperkuat dengan hasil pemilu legislatif dan presiden yang berjalan dengan damai. Ditambah perbaikan persepsi juga terlihat dari perbaikan rating negara (sovereign rating) Indonesia," ujarnya.

Dian menambahkan, secara umum dapat dilihat bahwa pasar (investor) telah merespons positif hasil pilpres kemarin.

"Salah satu reaksi positif pasar antara lain diperlihatkan oleh yield bond pada tanggal 9 Juli 2009 yang bergerak turun dibanding yield pada hari sebelumnya. Diperkirakan sentimen positif juga akan mendorong investor untuk kembali membeli aset-aset rupiah Indonesia," paparnya.

Sejumlah mata uang global juga bergerak stabil di tengah harapan akan membaiknya laporan keuangan perusahaan. Optimisme itu sebelumnya telah membawa Wall Street menguat tajam.

Sementara di pasar global, euro bergerak stabil atas dolar dan yen. Euro stabil di 1,4106 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,3966 dolar. Euro juga menguat ke 132,93 yen, dari sebelumnya di 130,59 yen. Dolar AS juga menguat atas yen ke posisi 94,21 yen, dari sebelumnya di 93,50 yen.

Euro yang dianggap sebagai mata uang dengan risiko lebih tinggi tetap menguat meski data Uni Eropa menunjukan harga-harga konsumer turun Juni untuk pertama kalinya turun ke 0,1%.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads