Sentimen kembali ke pasar terlihat dari value yang kembali meningkat kemarin. Namun harga komoditas dan USD masih menjadi pedoman investor untuk beberapa pekan ini. Indonesia yang kaya akan komoditas ikut berfluktuasi dan membuka peluang untuk investor Buy on weakness. Channel Check saya dengan officer lending bank BCA, lending di industry otomotif meningkat sangat pesat terutama dari spare-part namun mortgage lending masih cenderung neutral.
Guru Says: "Go for a business that any idiot can run – because sooner or later, any idiot is probably going to run it." - Peter Lynch
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regional Pagi: Saham Jepang naik setelah adanya indikator yang menunjukkan adanya peningkatan pada manufaktur US, yen melemah dan harga komoditas naik. Funai Electric Co. naik 2.3%, Canon Inc. naik 3% setelah sebuah surat kabar melaporkan bahwa perusahaan mencatat kenaikan laba 50% QoQ, Mitsui Mining & Smelting Co. naik 2.6%. Indeks Nikkei 225 naik 1.3% menjadi 9,388.31 dan Topix naik 1.3% menjadi 877.24. Optimisme akan ekspansi di manufaktur akan menaikkan permintaan material dan akan mengangkat harga tembaga dan minyak. Copper future naik 4% sedangkan Crude oil naik 3.4%. KOSPI INDEX (+1.21%) 1,438.01 S&P/ASX 200 INDEX (+2.06%) 4,005.40. Straits Times (+1.69%) 2,429.85.
Commodity: Harga minyak menguat untuk hari kedua seiring ekuitas menguat dan pemerintah menunjukkan penurunan persediaan minyak yang lebih banyak dari prediksi di AS. Harga minyak untuk pengiriman bulan Agustus sebesar US$ 62.01/barel di Nymex. Kemarin, harga minyak menguat pada US$61.54/barel. Crude Oil (+0.2%) $61.7/barel, Gold (-0.13%) $938.2/oz, Nickel (+2.9%) $15.905/ton, Tin (+1.9%) $13.200/ton, CPO (+3.2%) 2.103 RMY
Economic & Industrial news
Mining: Harga Newmont Disepakati US$493,64 Jt
Akhirnya, Pemerintah dan PT Newmont Nusa Tenggara menyepakati nilai 14% saham program divestasi periode 2008-2009 sebesar US$493,64 juta, berdasarkan nilai aset Newmont sebesar US$3,526 miliar.
Commodity: Volume Ekspor Timah Juni + 59% YoY, -12,3 MoM
Berdasarkan data Dept. Perdagangan, volume ekspor timah Juni09 naik 59% yoy jadi 8.661,2 ton, namun -12,3% MoM dengan nilai ekspor yang turun tipis jadi US$123,1 juta vs Mei US$122,88 juta. Penurunan ekspor secara MoM karena turunnya harga timah di pasar int'l dan belum pulihnya permintaan. Sementara ekspor 1H09 naik 9,2% yoy dari 46.321,54 jadi 50.575,2 ton, dimana sebanyak 78% diekspor ke Singapura dan sisanya Malaysia, China, Jepang, India, HongKong, Korea Selatan, Taiwan, dan Belanda.
Corporate news
FREN: Penjualan 19% Saham Hampir Final, Indikasikan Kerugian 2Q Menipis
Saat ini BMTR tengah merampungkan negosiasi dengan sejumlah calon pembeli lokal maupun asing terkait penjualan 19% saham FREN milik perseroan yang hampir final. Selanjutnya, perseroan mengindikasian FREN masih akan mencatatkan kerugian di 2Q09 namun lebih rendah dibanding 1Q09 seiring tumbuhnya pendapatan dan pemangkasan biaya di seluruh sektor.
META: Bosowa Akan Eksekusi Rights Issue Rp500-800 M
Grup Bosowa akan tetap mempertahankan kepemikan mayoritas di META melalui rencana mengeksekusi rights issue perseroan senilai Rp500-800 miliar atau Rp75/saham. Perseroan menargetkan rights issue terlaksana pada Okto09. Selanjutnya, sebanyak tiga investor meliputi dua lokal dan satu asing menyatakan kesiapannya sebagai standby buyer rights issue yang akan menyuntikkan dana 75-80%-nya. Perolehan dana akan digunakan untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan infrastruktur salah satunya perusahaan pembangkit listrik senilai Rp1 triliun pada tahun ini dan ruas jalan tol di Jabar yang saat ini tengah difinalisasi, serta untuk membayar utang.
TLKM: Akan Tambah Saham di Scicom Hingga Di atas 50%
TLKM akan menambah kepemilikan saham di Scicom Berhad Malaysia menjadi di atas 50% dari saat ini 10% saham, guna mendukung pertumbuhan bisnis nonorganik. Namun, hingga saat ini perseroan masih belum melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait akusisi tersebut. Sementara itu, perseroan memproyeksikan capex FY09 U$2,5 miliar hanya akan terserap 80-90%-nya karena turunnya harga peralatan penunjang industri telekomunikasi dan informasi.
BRPT: Chandra Asri Bangun Pabrik US$ 80 Juta
Perusahaan petrokimia nasional, PT Chandra Asri, berencana membangun dua pabrik baru untuk memproduksi butadiena dan benzena extraction (BTX) senilai US$ 80 juta pada tahun depan. Anak usaha BRPT itu akan membangun dua pabrik baru di CIlegon, Banten.
EXCL: Akan Konversi Utang U$800 Jt
EXCL mengkaji opsi konversi utang perseroan berdenominasi dolar senilai U$800 juta ke dalam rupiah guna mengurangi risiko kurs rugi dibanding hedging yang dinilai lebih mahal. Namun, rencana tersebut masih menunggu keputusan RUPS. Sementara itu, perseroan berencana rights issue U$600 juta atau Rp6 triliun guna melunasi utang dan mendanai belanja modal.
MEDC: Lunasi Obligasi Rp 1,35 T
MEDC telah melunasi utang obligasi 1/2004 yang jatuh tempo 12 Juli 2009 senilai Rp 1,35 triliun.
KLBF: Alokasikan Dana Ekspansi EPMT
KLBF mengalokasikan dana pengembangan EPMT sebesar Rp100 miliar/tahun, jika telah merampungkan proses tender offer. Selanjutnya, perseroan mengindikasikan laba bersih 1H09 naik 12-15% yoy, dipicu penguatan rupiah dan naiknya volume penjualan obat-obatan.
BBRI: Negosiasi Akusisi BBKP
BBRI masih terus bernegosiasi agar bisa mengakuisisi BBKP guna memperkuat modal perseroan. Sementara itu, terkait rencana penerbitan subdebt perseroan menundanya karena masih tingginya fluktuasi nilai tukar dan belum stabilnya pasar di luar negeri, terlebih lagi perseroan telah mendapat tambahan modal dari laba ditahan.
Market Flash
US : Saham US rally
News Highlight
Economic & Industrial News
Mining: Harga Newmont Disepakati US$493,64 Jt
Commodity: Volume Ekspor Timah Juni + 59% YoY, -12,3 MoM
Corporate News
FREN: Penjualan 19% Saham Hampir Final, Indikasikan Kerugian 2Q Menipis
META: Bosowa Akan Eksekusi Rights Issue Rp500-800 M
TLKM: Akan Tambah Saham di Scicom Hingga Di atas 50%
BRPT: Chandra Asri Bangun Pabrik US$ 80 Juta
KLBF: Alokasikan Dana Ekspansi EPMT
BBRI: Negosiasi Akusisi BBKP
Rumours
Harga saham ELSA berpotensi ke Rp390-395/saham, seiring tuntasnya akuisisi 37,15% saham perseroan oleh Nortstar dan Saratoga. Selain itu adanya rencana akuisisi blok migas di Sumatera akan menguatkan saham ELSA.
Harga saham ASIA berpotensi ke Rp150-220/saham. Kenaikan tersebut dipicu akan melonjaknya laba bersih 1H09 371% yoy dan pendapatan +430% yoy. Selain itu, rencana akuisisi sejumlah perusahaan tambang di wilayah Indonesia Timur.
Corporate Action
Exercise warrant Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), ratio 1:1 sebesar Rp110
Cum dividen Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp 9,6/saham Ex dividen (17/7)
Cum dividen Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebesar Rp 3/saham Ex dividen (17/7)
Technical Picks
PYFA (Rp 162) – SELL
BDMN (Rp 4950) – Sell on strength
BBRI (Rp 7350) – Sell on strength
ASII (Rp 26.900) – SELL
(etr/lih)











































