Wall Street Teruskan Rally

Wall Street Teruskan Rally

- detikFinance
Jumat, 17 Jul 2009 07:02 WIB
Wall Street Teruskan Rally
Jakarta - Rally saham-saham di Wall Street berlanjut lagi selama 4 hari berturut-turut, dipicu keluarnya sejumlah laporan keuangan yang mengesankan. International Business Machines (IBM) menjadi salah satu pendongkrak Dow Jones terbesar.

Saham IBM menguat hingga 3,2% selama sesi regular menjelang keluarnya laporan keuangan IBM. Hasil dari IBM ternyata melebihi ekspektasi analis, sehingga sahamnya kembali menguat 1,6% pada perpanjangan perdagangan.

"Penguatan pasar secara implisit menunjukkan ekspektasi bahwa kita akan terus melihat pemulihan dari laba korporasi," ujar Dean Curnutt, presiden Macro Risk Advisor seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Kamis (16/7/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) ditutup naik 95,61 poin (1,11%) ke level 8.711,82. ndeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 8,06 poin (0,86%) ke level 940,74 dan Nasdaq naik 22,13 poin (1,19%) ke level 1.885,03.

JPMorgan Chase mengumumkan laba bersihnya melonjak hingga 36% menjadi US$ 2,7 miliar. Namun JPMorgan memperingatkan soal melemahnya kredit konsumen. Saham JPMorgan ditutup melemah 0,4%.

"Pendapatan JPMorgan selama kuartal II terutama didorong oleh fee investment banking, namun tidak seperti Goldman Sachs, melemahnya proyeksi kredit konsumer masih akan menjadi awan hitam yang menyelimuti kinerja," ujar Laurie Kulikowski dari Street.com seperti dikutip dari AFP.

Volume perdagangan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,18 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,11 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Minyak Tertahan di Atas US$ 60


Sementara harga minyak mentah dunia masih bertahan di atas US$ 60 per barel setelah sebelumnya naik tajam.

Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus naik 48 sen menajdi US$ 62,02 per barel. Sementara minyak Brent turun 34 sen menjadi US$ 62,75 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads