Pada perdagangan Jumat (17/7/2009), nilai tukar rupiah dibuka menguat ke 10.080 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 10.130 per dolar AS.
Sementara dolar AS tercatat kembali mendapat tekanan, merespons laporan yang menunjukkan investor asing kini mulai meninggalkan surat berharga AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu sentimen yang menekan dolar adalah data AS yang menunjukkan bahwa aliran modal bersih untuk surat berharga AS menunjukkan neraca negatif hingga US$ 19,8 miliar meski ada lonjakan investasi China.
"Ancaman diversifikasi cadangan oleh China dan Rusia menjadi isu yang terus dicermati dalam beberapa tahun terakhir," ujar Michael Woolfolk dari Bank of New York Mellon seperti dikutip dari AFP.
"Namun kejutannya bukan lah investor asing yang mulai menjual US Treasury, tapi siapa yang melakukan penjualan. Meski ada ancaman, namun nyatanya China masih menjadi net buyer dari US Treasury," tambahnya.
(qom/qom)











































