Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance , Jumat (17/7/2009).
"Peristiwa ini, mengubah sentimen positif yang selama ini menyelimuti pasar keuangan Indonesia, padahal sebelumnya kita berharap rupiah bisa mendekati Rp 10.000 karena derasnya arus modal asing masuk ke pasar modal," tuturnya.
Namun dengan kejadian tersebut, sentimen positif tersebut langsung berubah menjadi negatif. "Investor asing ini pasti akan keluar terlebih dahulu," ujarnya.
Pelaku pasar, dikatakan Farial juga masih menunggu kejelasan penyebab peristiwa ledakan tersebut.
"Orang-orang bodoh yang melakukan hal ini tidak berpikir. Karena berdampak besar terhadap persepsi Indonesia sebagai tempat investasi yang aman," tandasnya.
Farial mengatakan, kejadian iniย terjadi di akhir pekan sehingga bisa meredam sentimen negatif yang terjadi.
"Tapi sampai sore ini saya kira sentimennya terus negatif," katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, BI akan tetap menjaga volatilitas di pasar apapun penyebabnya. "Ini perlu untuk menjaga ketenangan pelaku pasar," ujarnya kepada detikFinance .
(dnl/qom)











































