"Seluruh kantor Holcim menyatakan berkabung dan sangat terpukul atas meninggalnya Presdir kami," ujar Budi Primawan, Corporate Communication Holcim ketika ditemui detikFinance di kantornya, Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
Suasana kantor pusat Holcim terlibat normal. Namun Holcim sudah membentuk tim yang akan mengurus Timothy hingga pemakamannya nanti,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Timothy ada urusan meeting di Marriot tidak menginap. Meeting sambil sarapan. Kami belum tahu persisnya lokasi pak Tim waktu meledak dimana," jelasnya.
Setelah ledakan bom, Timothy langsung dibawa ke Medistra dan sempat dirawat di UGD namun akhirnya meninggal. Saat ini jenazah Timothy masih di RS Medistra dan belum tahu kapan disemayamkan.
"Dia merupakan pemimpin yang baik bagi kami, dia bapak kami semua. Pak Tim itu memang selalu mengedepankan bisnisnya dengan baik, jadi kami yakin dia menginginkan kantor tetap berjalan. Tidak meliburkan," pungkasnya.
Tim menjabat sebagai Presdir di Holchim sejak Mei 2004. Ia sebelumnya merupakan Managing Director Holcim (Lanka) Ltd. Tim tercatat bergelar MBA dari Massey University, Selandia Baru.Β Tim menjadi salah satu dari 9 korban tewas akibat ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.
(qom/dnl)











































