Hal ini disampaikan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany ketika ditemui di kantor Menteri Keuanga, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
"Mereka seharusnya sudah biasa dengan keadaan seperti ini di Indonesia. Saya imbau untuk para pelaku pasar untuk tenang dan berlaku seperti biasa. Jadi jangan kasih kesempatan bagi teroris untuk merusak iklim investasi di indonesia," tuturnya.
Fuad menambahkan, di masa lalu juga pernah terjadi peristiwa bom serupa yaitu pada tahun 2003 di Bali dan Jakarta. "Reaksi market saat itu cuma satu hari, mestinya saat ini kalangan pasar bisa seperti waktu itu cuma sehari doang," imbuhnya.
Karena itu, Fuad berharap para pelaku pasar seharusnya sudah biasa dengan keadaan seperti itu di Indonesia.
"Volatilitas di market yang terjadi sekarang itu mungkin ada sedikit pengaruh dari bom. Tapi pokoknya pasar jangan bereaksi negatif, ini hanya masalah keamanan saja dan kita harus yakin pemerintah bisa menanggulangi masalah keamanan," pungkasnya.
Ledakan terjadi di 2 hotel mewah tersebut selama dua kali yakni ledakan pertama pukul 07.45 WIB dan ledakan kedua pada 07.47 WIB. Menko Polkam Widodo AS menyatakan ledakan di 2 hotel tersebut memiliki daya ledak tinggi dan merenggut 9 korban tewas.
(dnl/qom)











































