Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/7/2009). Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menperin Fahmi Idris, Menneg PPN/Kepala Bappenas, Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menhub Jusman Syafi'i Djamal.
"Kepala Bapepam melaporkan adanya gejolak di pasar modal akibat ledakan bom. Sempat turun, tapi akhirnya rebound, namun ditutup turun karena adanya berita yang salah," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri Mulyani, berdasarkan pengalaman masa lalu, IHSG memang sempat melemah dan pemulihannya bakal makan waktu sekitar 3 hari.
"Kita percaya penurunan ini sifatnya temporer dan terbatas. Belajar dar pengalaman yang lalu, pemulihan biasanya diselesaikan dalam 3 hari," tambahnya.
Dengan adanya libur panjang akhir pekan ini, pemerintah berjanji akan menjaga arus perdagangan dan perekonomian sehingga diharapkan bisa menjaga kepercayaan pelaku pasar saat pasar dibuka pekan depan.
"Aparat keamanan sangat serius dalam memproses peristiwa ini. Jajaran kementerian akan memantau seluruh kegiatan perekonomian, termasuk jika ada kemungkinan terjadi ekses dari peristiwa ini kepada aktivitas ekonomi. Jangan sampai kegiatan ekonomi terganggu dengan kejadian tadi pagi," imbuhnya.
Ia juga menegaskan, Indonesia saat ini merupakan pilihan investasi yang menarik bagi investor asing. Kejadian bom seperti ini, lanjut Menkeu, bisa terjadi dimana saja.
"Jadi ini tidak membuat Indonesia menjadi negara yang berbahaya. Jika seluruh instansi dan aparat bisa menangani ini dengan baik, maka kita janjikan tidak akan ada ekses yang bisa mengganggu iklim investasi di Indonesia," pungkas Menkeu.
(dro/qom)











































