BI Tingkatkan Pengawasan Rupiah

Bom di Marriott-Ritz Carlton

BI Tingkatkan Pengawasan Rupiah

- detikFinance
Jumat, 17 Jul 2009 15:25 WIB
BI Tingkatkan Pengawasan Rupiah
Jakarta - Bank Indonesia tingkatkan pantauannya terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, khususnya pasca terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

"Sampai saat ini volatilitas dijaga dalam kisaran yang wajar, terus dipantau dan dijamin perkembangan nilai gejolak dalam kisaran yang wajar," ujar Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Dalam situasi tadi pagi, Sri Mulyani melanjutkan, reaksi yang bisa dilakukan untuk menjaga pergerakan rupiah masih sangat terbatas, maka dampak terbatas ini kita harapkan bisa dinormalkan kembali.

Deputi Gubernur BI Hartadi menegaskan, Nilai tukar kita dibuka baik pada lecel Rp 10.050- Rp 10.100/US$ namun dengan adanya kejadian ledakan tersebut nilai tukar langsung melemah, dan puncaknya Rp 10.250/US$.

"BI terus memonitor pasar dan terus dijaga apapun penyebabnya. ini berhasil menenangkan agar dampaknya tidak berkelanjutan," ujarnya.

Hartadui mengatakan saat ini nilai tukar rupiah sudah membaik sekarang dilevel Rp 10.180-10.150/US$. "Upaya kami terlihat dalam menenangkan pasar dan dapat meminimalkan pasar dan diharapkan fenomena ini temporer," katanya.

Pasar Saham

"Dari pantauan Bapepam-LK sendiri, aktivitas gejolak dan saham semenjak terjadinya bom tadi pagi, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat turun 2,66 poin namun satu jam kemudian kembali berbalik," ujar Sri Mulyani.

Koreksi ini, sambung Sri Mulyani, akan berlangsung temporer dan terbatas, belajar dari tahun 2003 dibutuhkan 1 sampai 2 hari kedepan kembali normal.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads