Pada perdagangan Jumat (17/7/2009), rupiah ditutup menguat tipis 10.135 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.140 per dolar AS. Rupiah sempat terseret ke 10.250 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi menegaskan, Nilai tukar kita dibuka baik pada level Rp 10.050- Rp 10.100/US$ namun dengan adanya kejadian ledakan tersebut nilai tukar langsung melemah, dan puncaknya Rp 10.250/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom di Jakarta ternyata memberikan pengaruh pada pergerakan mata uang regional lainnya. Investor kembali mencari mata uang dengan risiko yang lebih rendah seperti yen. Mata uang Jepang tersebut tercatat menguat atas dolar AS dan euro.
Dolar AS tercatat melemah ke 93,69 yen, dibandingkan sebelumnya di 93,89 yen. Sementara euro juga melemah ke 132,04 yen, dari sebelumnya di 132,87 yen. Euro juga melemah ke 1,4099 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4150 dolar.
"Ledakan di Jakarta menambah kehati-hatian perdagangan dan memicu aksi lepas pada mata uang yang lebih berisiko," ujar Societe Generale, analis dari Patrick Bennett seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
