"Sentimen up trend (tren naik) IHSG yang berlangsung sejak Maret kelihatannya masih cukup kuat menopang kenaikan IHSG," ujar analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance , Minggu (19/7/2009).
Menurut Alfatih, pasca pemboman Marriott sentimen negatif tidak akan terlalu kuat untuk memukul jatuh IHSG lantaran sentimen positif kenaikan IHSG masih cukup kuat. Jika terkoreksi pun diperkirakan tidak akan terlalu besar dan bersifat temporer.
"Itu bisa dilihat dari ketika pemboman terjadi, tren kenaikan IHSG mampu menopang dari kejatuhan yang lebih dalam," ujarnya.
Alfatih memperkirakan, sentimen positif tersebut juga akan menjadi penopang IHSG pada pekan mendatang. Apalagi, lanjutnya, harga-harga komoditas mulai mengalami kenaikan.
"Dan sebentar lagi laporan keuangan semester I emiten-emiten akan keluar. Saya kira ini akan memperkuat sentimen positif IHSG," ujarnya.
Menurutnya, dengan sentimen positif yang cukup kuat tersebut masih tersedia ruang bagi IHSG untuk naik ke level 2.200 hingga 2.300 selama beberapa pekan ke depan. "Saya kira IHSG masih bisa mencapai level 2.200-2.300 dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya.
(dro/dro)
