CIT yang memiliki 1 juta nasabah UKM AS telah mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasinya untuk pendanaan darurat sebesar US$ 3 miliar. Saham CIT tercatat langsung melonjak hingga 78,6% menjadi US$ 1,25. Investor merasa semangat karena upaya penyelamatan CIT dilakukan oleh sektor swasta sendiri, tanpa campur tangan pemerintah AS.
"Uang dari sektor swasta adalah uang yang lebih pintar. Mereka tidak akan pergi, kecuali mereka pikir uang itu akan bekerja. Saya rasa ini adalah tanda-tanda yang sehat untuk pasar, tanda-tanda likuiditas dan keinginan partisipasi swasta untuk membantu," ujar Tom Alexander, kepala Alexander Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan di hari Senin tersebut merupakan kelanjutan dari pemulihan pasar setelah terpuruk ke titik terendahnya sejak 12 tahun terakhir pada awal Maret lalu. Nasdaq bahkan bisa menambus level tertingginya sejak Oktober 2008, sementara Dow Jones tertinggi sejak Januari 2009.
Nasdaq menguat setelah broker meningkatkan proyeksi untuk sektor teknologi termasuk Cisco System. Credit Suisse menaikkan rekomendasi untuk Cisco System Inc menjadi 'outperform'. Saham Cisco tercatat naik hingga 3,1%.
Sementara Morgan Stanley menaikkan rekomendasi atas Walt Disney Co dari 'equal-weigh' menjadi 'overweighh'. Saham Disney tercatat naik hingga 3,5%.
Namun perdagangan masih cukup tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,13 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,08 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Ikut Naik
Harga minyak mentah dunia ikut merayap dibantu optimisme membaiknya perekonomian, yang terlihat juga dari membaiknya pasar saham.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Agustus naik 42 sen menjadi US$ 63,98 per barel. Kontrak ini telah menguat 4,44 dolar dalam 4 sesi terakhir.
Sementara minyak Brent pengiriman September melonjak hingga 1,06 dolar menjadi US$ 66,44 per barel.
"Para pialang sepertinya berani mengambil risiko seiring optimisme perekonomian yang sudah kembali," ujar Phil Flynn, dari PFG Best Research seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































