IHSG Hanya 'Dicubit' Dampak Bom

IHSG Hanya 'Dicubit' Dampak Bom

- detikFinance
Selasa, 21 Jul 2009 08:28 WIB
IHSG Hanya Dicubit Dampak Bom
Jakarta - Berbagai isu positif dan optimisme penanganan yang serius nampaknya bisa meredam pengaruh bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot Jumat (17/7/2009) pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diperkirakan masih bisa menguat di level positif.

Menurut Direktur PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga, IHSG hari ini diprediksi akan menguat ke level 2.123 dibanding perdagangan Jumat (17/7/2009) yang ditutup di level 2.106,353. Saham-saham komoditas masih akan menjadi motor pergerakkan hari ini.

"IHSG cenderung naik hari ini, dampak bom nampaknya sudah reda. Karena kita yakin penanganan pasti serius, kalau tidak serius akan terganggu ke banyak hal," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (21/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Edwin, serangan bom di dua hotel mewah tersebut hanya menjadi cubitan kecil di tengah banyaknya momentum bagus yang siap menopang IHSG. Sejumlah momentum bagus tersebut adalah harga komoditas dan pelaksanaan pilpres yang berjalan lancar.

"Kita masih punya banyak momentum bagus. Seperti pilpres yang aman, harga komoditas yang baik. Jadi bom hanya semacam shock saja di tengah banyak isu positif yang beredar," tambah Edwin.

Tak hanya itu, penguatan bursa-bursa lainnya dan meredanya keraguan soal stimulus AS juga akan menyeret IHSG untuk ikut menguat hari ini.

"Dow Jones naik, ketakutan Amerika soal stimulusnya juga nampaknya mulai reda, jadi banyak isu positif," ujarnya.

Seperti diketahui, pada perdagangan Jumat (17/7/2009), IHSG ditutup hanya melemah 11,597 poin (0,55%) ke level 2.106,353, indeks LQ 45 juga melemah 2,180 poin (0,53%) ke level 411,694. IHSG menyentuh level terendah di 2.060,617 dan tertinggi di 2.126,507. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads