Wall Street Terpacu Laba Caterpillar

Wall Street Terpacu Laba Caterpillar

- detikFinance
Rabu, 22 Jul 2009 07:02 WIB
Wall Street Terpacu Laba Caterpillar
New York - Saham-saham di Wall Street menguat berkat dorongan sentimen positif kuatnya laba dari Caterpillar. Namun aksi profit taking menghadang kenaikan indeks saham lebih lanjut.

Pada perdagangan Selasa (21/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) naik tipis 67,79 poin (0,77%) ke level 8.915,94. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 3,45 poin (0,36%) ke level 954,58 dan Nasdaq naik 6,91 poin (0,36%) ke level 1.916,20.

Perdagangan berjalan cukup bergejolak, dengan penguatan tajam di awal perdagangan berkat sentimen positif dari keluarnya laporan keuangan yang cukup baik. Namun pasar bergerak melemah setelah keluarnya peringatan dari Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke soal kondisi perekonomian AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bernanke dalam pidatonya menyatakan meningkatnya pengangguran, anjloknya nilai perumahan dan ketatnya likuiditas akan menggerus belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama perekonomian AS dan laba korporasi.

"Saya kira Anda akan melakukan sedikit profit taking sekarang dan melalui musim panas ini sekaligus melihat bagaimana sisa musim laporan keuangan kuartal II akan berlangsung serta memastikan apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Stephen Carl, kepala perdagangan saham dari Williams Capital Group seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2009).

Saham Caterpillar tercatat menguat hingga 7,8% setelah mengumumkan labanya yang melebihi ekspektasi. Namun penutupan tersebut lebih rendah dari titik tertingginya karena Caterpillar memperingatkan kuartal III akan menjadi titik terlemah dan menghadapi tantangan terbesar.

Perdagangan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,21 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,28 miliar, sama dengan rata-rata tahun lalu.

Harga Minyak Merayap


Mengikuti penguatan di pasar saham, harga minyak mentah dunia juga terus merayap. Pasar mengantisipasi laporan cadangan minyak mentah AS.

Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Agustus tercatat naik 74 sen menjadi US$ 64,72 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September naik 43 sen menjadi US4 66,87 per barel.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads