Rupiah Masih Kena Euforia

Rupiah Masih Kena Euforia

- detikFinance
Rabu, 22 Jul 2009 07:50 WIB
Rupiah Masih Kena Euforia
Jakarta - Euforia mengalirnya modal-modal asing di tengah guncangan ledakan bom akan membawa nilai tukar rupiah ke level terbaiknya kembali. Rupiah kali ini menguat tanpa kawalan Bank Indonesia (BI).

Pada perdagangan Rabu (22/7/2009), rupiah dibuka menguat ke 10.004 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.040 per dolar AS. Rupiah pada perdagangan kemarin memang menguat tajam, meski ada sentimen negatif dari ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono sebelumnya menjelaskan, penguatan rupiah disebabkan oleh kondisi perekonomian yang sudah membaik serta kesepahaman pasar akan membaiknya ekonomi Indonesia pasca ledakan Bom kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi ini rupiah menguat bukan intervensi BI, sekalipun intervensi memang sangat diperlukan, dan kemarin pasca ledakan bom banyak perbankan yang menahan pengeluarannya," jelasnya.

Ia mengungkapkan, intervensi hanya dilakukan ketika terjadi aksi bom pada Jumat, 17 Juli, saat rupiah sempat melemah jauh ke 10.200 per dolar AS.

Sementara dolar AS di pasr global bergerak mixed setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke memberikan pidato seputar perekonomian AS. Bernanke dalam pidatonya menyatakan meningkatnya pengangguran, anjloknya nilai perumahan dan ketatnya likuiditas akan menggerus belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama perekonomian AS dan laba korporasi.

Seperti dikutip dari AFP, euro melemah tipis ke 1,4227 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4233 dolar. Dolar AS melemah tipis ke 93,73 yen, dari sebelumnya di 94,21 yen.

Analis menyatakan, komentar Bernanke secara umum positif namun masih bernada kehati-hatian.

"Meski Bernanke bicara soal strategi keluar, dia menekankan pada risiko ekonomi dan peringatan ini sama sekali tidak cocok dengan para pialang valas," ujar Kathy Lien, Direktur dari Global Forex Trading seperti dikutip dari AFP.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads