"Nilai proyek yang dikerjakan Duta Graha saat ini sebesar Rp 2,3 triliun," ujar Direktur Utama DGIK, Dudung Purwadi dalam siaran persnya, Rabu (22/7/2009).
Melalui kontrak proyek tersebut, perseroan optimis dapat meraih target pendapatan tahun 2009 sebesar Rp 1,7 triliun. Menurut Dudung, adanya program stimulus infrastruktur senilai Rp 12,2 triliun dari pemerintah akan mendorong kinerja perusahaan-perusahaan konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga mendapatkan proyek bandara di Kualanamu, Sumatera Utara senilai Rp 147 miliar dan proyek jalan di Bali senilai Rp 180 miliar. Dalam pengerjaan proyek taxiway di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, Duta Graha bermitra dengan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk mengerjakan milik Departemen Perhubungan tersebut senilai total Rp 420 miliar.
"Perolehan kontrak ini merupakan bukti dari kompetensi dan strategi Perseroan
untuk mendirikan cabang-cabang di daerah. Dengan demikian, kami dapat bersaing dan memberikan proposal bisnis yang menguntungkan bagi klien-klien kami," papar Dudung.
Saat ini Duta Graha memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di Surabaya, Semarang, Padang, Medan, Pekanbaru, Batam, Aceh, Makassar, Samarinda, Mataram, dan Tobelo. Bahkan, Duta Graha telah membuka cabang terbarunya di Brunei Darussalam.
"Saat ini kami masih mengikuti tender proyek infrastruktur dan gedung senilai
kurang lebih Rp 2 triliun di Indonesia dan luar negeri. Dengan dukungan kompetensi, jejaring cabang serta kondisi keuangan Perseroan kami optimis mampu meraih target pertumbuhan 15-20 persen," pungkas Dudung.
(dro/ang)











































