"Harga kontrak yang disepakati sebesar 6,5 sen dolar AS ke PLN," ujar Corporate Secretary WIKA, Natal Argawan saat dihubungi detikFinance, Rabu (22/7/2009).
WIKA baru saja memenangkan tender pembangunan pembangkit listrik tenaga geothermal di Sumedang, Jawa Barat dari PLN. Untuk keperluan pembangunan pembangkit geothermal tersebut, WIKA bersama beberapa perusahaan lain mendirikan PT Wijaya Karya Jabar Power.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tahap awal, modal dasar Wika Jabar Power sebesar Rp 36 miliar dan Modal Disetor dan Ditempatkan Penuh sebesar Rp 9 miliar," ungkap Natal.
Saat ini, Wika Jabar Power masih dalam tahap penyusunan akta. Rencananya tahap eksplorasi lahan geothermal akan dimulai pada 2010. Tahap eksploitasi pada 2011.
"Pada 2012 dan 2013 memasuki persiapan konstruksi pembangkit. Operasi ditargetkan sekitar 2013 dan 2014," ujarnya.
Pembangkit geothermal ini nantinya akan memiliki kapasitas antara 50-75 MW. Natal mengatakan, kontrak kerjasama Wika Jabar Power dan PLN disepakati selama 30 tahun.
"Nilai investasi keseluruhan pembangunan pembangkit ini sekitar US$ 107 juta. Dananya sekitar 30% dari kas internal, sisanya 70% dari pinjaman konsorsium perbankan, mungkin bank-bank BUMN. Tapi saat ini kita belum ke arah sana, karena masih dalam tahap persiapan," ujarnya.
Keseluruhan listrik dari pembangkit geothermal ini akan dipasok ke PLN Pusat.
(dro/qom)











































