Pada saat yang sama, Pefindo juga memberikan peringkat idAA- dan idAA-(sy) untuk obligasi VII/2004 sebesar Rp 1,5 triliun, obligasi IX/2007 sebesar Rp 2,7 triliun dan sukuk ijarah II/2007 sebesar Rp 300 miliar.
"Outlook untuk peringkat diatas adalah stabil," kata Analis Pefindo Ronald Hertanto dalam siaran persnya, Rabu (22/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi, peringkat tersebut masih dibatasi dengan penyesuaian tarif yang tidak fleksibel, tingginya eksposur terhadap resiko nilai tukar mata uang asing dan profil keuangan yang lemah," ujarnya.
Sebagai informasi, PLN merupakan perusahaan negara yang menghasilkan, mentransmisikan dan mendistribusikan listrik ke seluruh wilayah Indonsia dengan total kapasitas terpasang sebesar 25.442 MW.
(dro/ang)










































