Pada perdagangan Rabu (22/7/2009), nilai tukar rupiah ditutup pada level 10.095 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.040 per dolar AS.
Investor melakukan relaksasi sejenak setelah penguatan nilai tukar rupiah sebelumnya. Pada perdagangan Selasa kemarin, rupiah menguat hampir 100 poin tanpa pengawalan dari BI meski sentimen negatif sedang merundung pasar finansial setelah peristiwa bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan di Tokyo, dolar AS mengendur ke 93,67 yen, dari sebelumnya di posisi 93,73 yen. Sementara euro melemah ke 1,4205 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4227 dolar dan 133,03 yen dari sebelumnya di 133,35 yen.
Investor terus mencermati gerak pasar saham dan sejumlah proyeksi dari negara-negara besar. Pada hari ini pasar saham di Asia cukup beragam.
(qom/qom)










































