Sementara indeks Dow Jones akhirnya melemah, mengakhiri rally 7 hari berturut-turut menyusul aksi profit taking investor.
Pada perdagangan Rabu (22/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat melemah 34,68 poin (0,39%) ke level 8.881,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,51 poin (0,05%) ke level 954,07 dan Nasdaq menguat 10,18 poin (0,53%) ke level 1.926,38.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Starbucks juga menguat 18,4% dan menjadi penopang Nasdaq, setelah mengumumkan laba yang juga melebihi ekspektasi.
"Aksi hari ini relatif positif setelah keluarnya laporan keuangan yang bagus, tapi kita sebenarnya sudah berada di puncak. Akan ada semacam penghentian sementara sampai kita mendapat berita lanjutan baik dari laporan keuangan ataupun perekonomian," ujar Richard Sparks, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2009).
Harga Minyak Turun Tipis
Sementara harga minyak mentah dunia akhirnya mengalami koreksi setelah keluarnya data cadangan minyak mentah AS. Departemen AS melaporkan cadangan minyak AS turun 1,8 juta barel atau sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kontrak utama minyak light pengiriman September turun 21 sen menjadi US$ 65,40 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September turun 34 sen menjadi US$ 57,21 per barel.
(qom/qom)











































