Bagaimana proyeksi saham PGAS? Berikut review dari CIMB-GK Securities Indonesia untuk saham PGAS, Kamis (23/7/2009).
Kami memperkirakan PGAS melaporkan kinerja 2Q09 yang baik dengan laba bersih Rp 1633 miliar, atau naik 86% yoy dan 34% qoq. Pendapatan yang kuat ini berasal dari kenaikan distribusi dan margin yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Average sales volume untuk Apr-May lebih tinggi dari 1Q09 721 mmcfd, sementara volume telah mencapai 800 mmcfd pada Jun09. Pengiriman gas ke PLN di Muara Tawar telah mencapai 200-210 mmcfd berdasarkan SPA yang ditandatangani pada 30 Apr08, sementara PGAS dan PLN juga berencana menambah aliran gas 100 mmcfd pada tahun ini.
Gross margin seharusnya bisa dipertahankan pada 60%, sama seperti 1Q09. Meskipun harga gas tidak berubah, biaya pembelian gas yang murah dari Sumatera Selatan bisa menutupi biaya depresiasi dari pipa SSWJ yang baru. Gas cost PGAS untuk FY09 turun sedikit ke $2.6/mmbtu dari tahun lalu $2.7- 2.8/mmbtu dari supply ConocoPhillips.
PGAS diperkirakan akan mencatat laba kurs pada 2Q09 akibat apresiasi Rupiah
PGAS memiliki projek bersama dengan Pertamina dan PLN untuk membangun LNG RT termasuk floating storages dan regasification unit (FRSU). PGAS dan Pertamina memulai projek ini di Jabar dan Sumut. Terminal di Jabar bisa memproses 200-400 mmcfd, sementara Terminal di Belawan bisa memproses 100-150 mmcfd.
Projek ini akan positif bagi PGAS karena akan mulai beroperasi ketika utilisasi pipa gas mencapai batas maksimum. Kami memperkirakan PGAS memerlukan financing projek LNG ini tahun depan. Nilai projek LNG RT ini kami perkirakan sekitar $300-400 juta, apabila melihat nilai projek PTT onshore LNG plant di Thailand.
Kami mempertahankan rating Perusahaan Gas Negara (PGAS) pada OUTPERFORM dengan target harga Rp3650 berdasarkan metode DCF dengan discount rate 12.67%. Kami melihat pertumbuhan laba yang kuat dengan permintaan gas yang meningkat dari pelanggan pembangkit listrik. Katalis kunci tetap pada pengumuman kontrak gas baru dan harga minyak yang bertahan tinggi. Risiko utama adalah turunnya harga minyak serta keterbatasan suplai gas.
Kami mempertahankan prediksi volume gas pada 780 mmcfd untuk FY09, 870 mmcfd untuk FY10 dan 945 mmcfd untuk FY11. ASP sekitar $5.50/mmbtu untuk FY09-10 karena tahun pemilu.
(qom/qom)











































