Saham-saham unggulan kembali diburu sehingga membuat IHSG tak pernah menyentuh teritori negatif lagi sepanjang perdagangan hari ini. Saham-saham komoditas menjadi penggerak utama IHSG pada hari ini.
Pada perdagangan Kamis (23/7/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat hingga 35,102 poin (1,65%) ke level 2.160,717. Indeks LQ 45 juga naik 7,589 poin (1,83%) ke level 422,269. Posisi IHSG kali ini merupakan titik tertingginya sejak 2 September 2009, saat IHSG menembus 2.159.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi 88.126 kali pada volume 18.186 juta lembar saham senilai Rp 19,240 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 51 saham turun dan 72 saham stagnan.
Nilai perdagangan saham pada hari ini sangat tinggi sehubungan dengan transaksi tutup sendiri (crossing) 14,045 miliar (43,91%) saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) senilai Rp 15,73 triliun.
Transaksi crossing dilakukan melalui 3 broker lokal terdiri atas PT Mahakarya Artha Securities (XL), PT Supra Securinvest (SS) dan PT Danatama Makmur (II). Crossing dilakukan di harga Rp 1.120 per saham.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.050 menjadi Rp 27.400, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 menjadi Rp 12.150, Indika Energy (INDY) naik Rp 225 menjadi Rp 2.425, Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 2.050, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 145 menjadi Rp 2.125, BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 3.700, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.050.
Sedangkan saham-saham yang mencetak penurunan harga antara lain Indofood (INDF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.100, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 25 menjadi Rp 4.600, BNI (BBNI) turun Rp 20 menjadi Rp 1760, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 100 menjadi Rp 17.900.
(qom/lih)











































