Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 24 Jul 2009 09:48 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Menyambung recomendasi kita untuk pilihan saham pada market systematis yaitu, Big Cap : INDY (Upside dari powerplant indonesia dan Intensive akuisisi tetapi valuasi sedikit lebih tinggi dari rata-rata industry), PTBA (Pemain batu-bara state-own yang defensive, Volume rump-up dan improvement dari bottleneck kereta-api on-track), PGAS (Volume kan meningkat pesat setelah SSWJ dan potensi harga gas naik setelah 3 tahun stagnant setelah pemilu), BUMI (Cheapest valuasi dan shareholder risk subdued dari sentiment), UNTR (Volume mulai meningkat 2010 dan potensi permintaan meningkat pesat setelah pemilu), ADRO (Repricing harga batu-bara baru, revenue akan menigkat 51% dan eps akan naik 4x tahun 2009, management memiliki network yang kuat ke pemerintahan), ASII (Katalis komsumer spending, permintaan automotive sudah kembali bangkit) dan INDF (Cheapest valuation untuk produk konsumer dan big cap akan menjadi faktor target dana asing yang masuk)dan untuk Small Cap:Β  BTEL, ELTY, CTRA, dan SMCB

Guru Says: ""All there is to investing is picking good stocks at good times and staying with them as long as they remain good companies" - Warren Buffett

Dow Jones: Saham US naik dan membawa Dow Jones ke level di atas 9.000 untuk pertama kalinya sejak Januari akibat laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan untuk EBay Inc., Ford otor Co., dan AT&T Inc. EBay rally 11% , Ford melonjak 9.4% dan AT&T naik 2.6% sebagaimana konsumen dari iPhone dari produk Apple Inc. menopang laba dari D.R. Horton Inc. Indeks S&P 500 naik ke level tertinggi sejak presiden Barack Obama terpilih pada 4 November lalu, S&P +2.3% menjadi 976.29 dan Dow +2.1% menjadi 9,069.29 dan Nasdaq +2.5% menjadi 1,973.6.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Bursa Asia menguat setelah penguatan terjadi pada Dow Jones Industrial Average yang ditutup di atas 9,000 pts dan tingginya harga komoditas memacu saham eksportir dan energi. Bursa Jepang menguat dalam delapan sesi berturut-turut dan Kospi menguat dalam sembilan sesi berturut-turut. Nikkei 225 (+1.2%) 9,913.24. KOSPI INDEX (+0.53%) 1,504.35. S&P/ASX 200 INDEX (+1.14%) 4,110.60. Straits Times (+1.53%) 2,522.92.

Commodity: Harga minyak menguat dalam tiga pekan tertinggi setelah peningkatan dalam pembelian rumah tangga di AS menandakan permintaan akan pulih kembali di AS. Harga minyak untuk pengiriman bulan September US$ 67.16 /barel pada 2:43 p.m. di NYMEX. Harga minya menyentuh level tertinggi pada US$ 67.49 sejak 2 Juli. Crude oil (-0.9%) $66.5/barel, Gold (-0.74%) $947.7/oz, Nickel (+2.8%) $16.370/ton, Tin (+2.4%) $14.240/ton, CPO (+0.9%) 2.113 RMY.


Economic & Industrial news


Economic: Stimulus Infrastruktur Baru Terserap 4,5%
Penyerapan stimulus infrastruktur hingga Rabu (22/7) terealisasi Rp 554,70 miliar atau 4,55% dari total alokasi dana tersebut Rp 12,2 triliun.

Automotive: Penjualan Sepeda Motor 2009 Diperkirakan Capai 5,3 Juta Unit

Tahun 2009, diperkirakan penjulan sepeda motor mencapai 5,3 juta unit, lebih rendah dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 6,2 juta unit. Hingga 1H09, angka penjualan motor baru mencapai 2,54 juta unit, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi akibat krisis finansial global. Selain itu perbankan masih sangat berhati-hati dalam mengucurkan kredit.

Corporate news


BUMI: Bakrie Untung, Pemda NTB Buntung
Tiga pemerintah daerah di NTB berpotensi rugi US$ 1,48 juta atau Rp 15 miliar seandainya mematok dividen tahunan di kisaran US$ 4 juta. Di sisi lain, PT Multicapital, anak usaha Grup Bakrie akan menangguk untung US$ 16,43 juta dari laba bersih Newmont. Pada laporan keuangan 2008, Newmont membukukan laba bersih sebelum pajak sekitar US$ 219 juta, sehingga dari porsi saham divestasi sebesar 10% yang dikuasai konsorium PT Multi Daerah Bersaing (MDB) maka MDBmemperoleh sekitar US$ 21,91 juta dari pembagian laba tersebut.

ADRO: Diakuisisi Kepco 1,5% Saham, $56,5 Jt
Korea Electric Power Corp atau Kepco, perusahaan milik pemerintah Korea mengakuisisi 1,5% saham ADRO senilai $56,5 juta atau Rp565 miliar guna mengamankan pasokan Kepco sebanyak 3 juta MT soft coal per tahun. Sementara itu, Pemegang saham utama ADRO yakni Keluarga Rachmat, Keluarga Thohir, Keluarga Subianto, Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahudidin Uno mengkonsolidasikan sebagian kepemilikannya menjadi satu institusi yaitu PT Adaro Strategic Investments (ASI) yang memiliki secara langsung 43,91% saham ADRO dengan menelan biaya sebesar Rp 15,73 triliun.
Β 

TLKM: Akan Akuisisi Dua Perusahaan Telco
TLKM memantapkan diri akan mengakuisisi dua perusahaan telco. Saat ini TLKM telah memfinalisasi harga pembelian dengan satu dari dua perusahaan yang akan diakusisi. Nilai akuisisi untuk perusahaan yang satu dianggarkan kurang dari Rp598 miliar sementara yang lain akan kurang dari Rp500 miliar. Rencana ini ditujukan untuk memperkuat bisnis non-inti TLKM. Sementara itu TLKM telah menunjuk UBS sebagai penasihat keuangan untuk memperkuat bisnis Flexi yang direncanakan akan spin-off dari TLKM.

OKAS: Gelar Aksi Rights Issue Lagi Untuk Akuisisi
OKAS berencana lagi menggelar rights issue untuk mengakuisisi perusahaan kontraktor pengeboran minyak PT Bormindo Nusantara dan meningkatkan kepemilikan saham pada anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia. Namun, pesreroan belum memastikan besaran saham yang dilepas dan target dananya. Saat ini, perseroan tengah menyusun prospektusnya dan rampung 7 hari lagi.

BMRI: Ajukan Kredit Macet Garuda Rp1 tn ke BI
BMRI mengajukan kasus kredit macet Garuda senilai Rp1 tn ke BI dengan alasan Garuda meminta opsi konversi utang menjadi kepemilikan saham, sementara hal itu bertentangan dengan UU Perbankan yang tidak mengizinkan perbankan memiliki saham perusahaan yang berstatus sebagai nasabah debitur. Utang Garuda ke BMRI adalah dalam bentuk Mandatory Convertible Bond. Menneg BUMN masih belum memberi kejelasan mengenai sengketa ini.

Comment: kami melihat hal ini sebagai kurang telitinya analis kredit BMRI dalam pemberian fasilitas kredit yang berakibat "blunder" pada BMRI. Hal final yang mungkin terjadi adalah BMRI mewajibkan dana hasil IPO Garuda di 2010 untuk pembayaran pelunasan/cicilan hutang sebagai langkah restrukturisasi. BMRI TP Rp3.200 HOLD

BBRI: Akuisisi BBKP Akhir 2009
Berdasarkan sumber dari Kementerian Negara BUMN, BBRI saat ini tengah dalam proses penyelesaian rencana akuisisi yang ditargetkan pada akhir 2009. Namun Corporate Secretary BBKP sampai saat ini menyatakan belum punya rencana diakuisisi atau mengakuisisi. BBRI sendiri mengagendakan akuisisi bank dengan nilai aset di bawah Rp50 tn.

Comment: akuisisi BBRI terhadap BBKP kami lihat akan memberi sinergi strategis dalam efisiensi serta
cross selling products, disebabkan kesamaan target segmen yaitu UMKM. Berdasarkan rough valuation kami, harga wajar BBKP adalah Rp446 berdasarkan gordon growth methodology. BUY.

JPRS: 1H09 Catat Rugi Bersih Rp29,72 M
JPRS mencatat kerugian bersih pada 1H09 sebesar Rp29,72 miliar vs 1H08 laba bersih Rp72,77 miliar, dipicu turunnya harga jual dan tak stabilnya nilai tukar. Selanjutnya, pendapatan usaha anjlok 80,9% yoy dari Rp495,89 miliar jadi Rp94,68 miliar serta mencatat rugi usaha Rp20,81 miliar dari laba usaha Rp106,92 miliar. Selain itu, rugi kurs perseroan naik jadi Rp11,61 miliar dari Rp3,32 miliar.

Market Flash



Top-Pick market Systematic, Big Cap: INDY, PTBA, PGAS, BUMI dan Small Cap: ELTY dan BTEL

News Highlight

Economic & Industrial News

Economic: Stimulus Infrastruktur Baru Terserap 4,5%
Automotive: Penjualan Sepeda Motor 2009 Diperkirakan Capai 5,3 Juta Unit

Corporate News

BUMI: Bakrie Untung, Pemda NTB Buntung
ADRO: Diakuisisi Kepco 1,5% Saham, $56,5 Jt
TLKM: Akan Akuisisi Dua Perusahaan Telco
OKAS: Gelar Aksi Rights Issue Lagi Untuk Akuisisi
BMRI: Ajukan Kredit Macet Garuda Rp1 tn ke BI
BBRI: Akuisisi BBKP Akhir 2009
JPRS: 1H09 Catat Rugi Bersih Rp29,72 M

Rumours

Harga saham PYFA berpotensi ke Rp150-200/saham, seiring dirilisnya produk baru kesehatan serta kabar adanya suntikan dana dari pemodal asing.
Harga saham MAMI berpotensi ke Rp100-125/saham. Kabarnya, Recapital akan membeli saham perseroan seiring agresifnya perseroan mengakuisisi sejumlah properti seprti Hotel Grand Kemang dan Adityawarman Building serta asetnya yang cukup besar dengan utang yang sedikit. (investor/fz)

Technical Picks

INCO (Rp 4200) – Sell on strength
ANTM (Rp 2125) – SELL
BBRI (Rp 6700) – BUY
BDMN (Rp 4600) – BUY

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads