Hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (24/7/2009).
"Belum bisa untuk dual listing, dia masih kecil banget belum jadi perusahaan dengan skala global," ujarnya.
Meski begitu, menurutnya, di masa depan Garuda bisa memiliki kemungkinan itu jika terus melakukan perbaikan-perbaikan internal.
"Kalaupun nanti bisa (dual listing), lebih baik di London saja. Kalau di New York repot," ujarnya.
Menurutnya, saat ini sudah banyak perusahaan asia yang lebih banyak memilih listing di bursa Eropa ketimbang Amerika akibat peraturannya yang merepotkan.
Menurut salah satu eksekutif di Kantor Kementerian BUMN, saat ini pihak Garuda sedang mencari financial advisor untuk melangsungkan aksi korporasi tersebut.
"Sudah ada calon kuatnya, NM Rothschild," ujar sumber tersebut.
Perusahaan plat merah itu akan melangsungkan beauty contest untuk memilih penjamin emisi dan penasehat lainnya di triwulan IV 2009. Dalam lelang tersebut, Garuda tidak hanya akan mengundang perusahaan asing, tetapi juga perusahan dalam negeri.
(ang/lih)











































