Pada perdagangan Jumat (24/7/2009), rupiah ditutup menguat ke 9.995 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.065 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini didorong oleh sentimen positif dari penguatan pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini tercatat menguat hingga ke titik tertingginya sejak Agustus 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya mengatakan, hampir mayoritas mata uang regional pada hari ini menguat atas dolar AS. Bank Indonesia akan membiarkan rupiah bergerak sesuai dinamika pasar.
"BI terus memonitor dan terus menjaga volatilitas rupiah agar terjaga di posisi stabil dan kami biarkan dinamika pasar. Yang penting volatilitas tidak berlebih," papar Budi usai shalat Jumat di Gedung BI, Jakarta, Jumat (24/07/2009).
Ia menambahkan, BI akan terus menjaga volatilitas rupiah hingga level yang diinginkan pebisnis, investor dan segenap kalangan.
"Karena sangat tidak nyaman jika rupiah kadang menguat dan melemah," pungkasnya.
Dolar AS juga tercatat melemah atas yen di pasar Asia. Dolar AS melemah ke 94,79 yen, dibandingkan sebelumnya di level 94,95 yen. Sementara euro menguat ke 1,4179 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4156 dolar.
"Pemain mengambil nafas sejenak setelah penguatan dolar kemarin. Namun support untuk dolar bagaimanapun tetap positif karena laporan keuangan yang lebih baik dari ekspektasi untuk sebagian besar perusahaan AS," ujar Yosuke Hosokawa, head of forex Chuo Mitsui Trust Bank seperti dikutip dari AFP.
(qom/lih)











































