IHSG Mulai Cool, Siap Jajal 2.200

IHSG Mulai Cool, Siap Jajal 2.200

- detikFinance
Senin, 27 Jul 2009 07:35 WIB
IHSG Mulai Cool, Siap Jajal 2.200
Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu sangat mengesankan di tengah bayang-bayang sentimen negatif dari efek ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton. IHSG melonjak ke titik tertingginya di tengah gerakan bursa regional yang juga sedang bersemangat.

Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat menguat hingga 3,76% dari level pembukaannya di 2.106,35 dan ditutup di level 2.185,65. IHSG tak menampakkan tanda-tanda kelesuan meski pada Jumat sebelumnya Jakarta diguncang bom yang dikhawatirkan bisa melukai sentimen positif pada investor.

"Menguatnya indeks didorong oleh menguatnya saham pertambangan menyusul rally yang terjadi pada harga minyak mentah yang menyentuh level US$67/barel," demikian analisis dari Panin Sekuritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, optimisme bahwa perekonomian global sudah mulai pulih dari resesi juga menjadi sentimen positif bagi bursa regional. Laporan kinerja korporasi besar seperti Ford, AT&T juga berhasil mendorong Dow Jones menembus kembali level 9.000.

"Dari dalam negeri, investor lokal dan asing terlihat masih cukup optimis akan kondisi keamanan nasional meski sempat dilanda teror bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Menguatnya nilai tukar rupiah memberikan sinyal masuknya dana asing, yang mengindikasikan peristiwa peledakan bom tidak memberikan efek yang berarti bagi pasar finansial," urai Panin Sekuritas.

Bagaimana dengan pekan ini?

IHSG sebenarnya masih memiliki potensi penguatan di tengah irama bursa regional yang juga sedang bergairah. Bursa-bursa regional juga terus menderu merespons laporan keuangan perusahaan yang sudah menunjukkan tanda-tanda membaik di tengah hantaman krisis.

Investor lokal akan merespons keluarnya laporan keuangan sejumlah emiten, termasuk juga gerak harga-harga komoditas. Harga minyak pada akhir pekan lalu kembali menguat tipis dan masih terus mendekati level US$ 70 per barel.

Namun penguatan IHSG akan tersandung-sandung profit taking. Tekanan jual akan menghadang langkah IHSG, mengingat penguatan pada pekan lalu sudah cukup besar. Investor akan lebih tenang setelah terkena euforia. Namun IHSG diprediksi akan mencoba menguji level 2.200 kembali.

Aksi profit taking ini sebelumnya juga telah menghadang penguatan Wall Street. Indeks Dow Jones pada akhir pekan lalu ditutup menguat tipis 23,95 poin (0,26%) ke level 9.093,24. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 2,97 poin (0,30%) ke level 979,26, sementara Nasdaq melemah 7,64 poin (0,39%) ke level 1.965,96.

Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan Senin (27/7/2009) ini dengan penguatan dan kembali menembus level 10.000. Nikkei-225dibuka naik 76,32 poin (0,77%) ke level 10.020,87.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pergerakan pasar akan diwarnai oleh hasil kinerja 1H-09 dan perkembangan makroekonomi, serta kondisi politik terkait keputusan resmi KPU atas hasil pilpres 2009 yang berlangsung satu putaran.

Secara teknikal, pada awal pekan kami melihat indeks akan mulai mengalami tekanan jual atas aksi ambil untung pada saham unggulan. Jika indeks gagal ditutup menembus level 2.200, kemungkinan indeks akan melemah terlebih dahulu ke level 2.165-an. Saham semen, properti, dan komoditas masih berpeluang untuk menguat terbatas pada awal pekan. Untuk kisaran support-resistance sepanjang pekan ini pada 2.142-2.221.

Optima Sekuritas:

Indeks hampir break di 2.200 sebelum akhirnya ditutup di 2.185 atau rally 25 poin. Sektor infrastruktur khususnya saham Telkom menjadi katalis penguatan. Target IHSG selanjutnya bakal menguji level 2.200 dengan masih ditopang oleh saham unggulan.Β  Investor bisa melirik saham lapis dua dan tiga karena selama fase bullish bakal memberikan reward yang lebih menarik. Level IHSG akan berada di 2.180-2.210.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads