Pada perdagangan Selasa (28/7/2009), rupiah dibuka masih bertahan di 9.970 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.960 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan mata uang regional lainnya. Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan dalam laporan 'Indonesia Economic Outlook' menjelaskan, dolar AS kini memang berada dalam tren pelemahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS kembali mencatat pelemahan setelah keluarnya data penjualan rumah AS dan kenaikan indeks kepercayaan konsumen Jerman. Data itu meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi, sehingga investor mulai meninggalkan mata uang yang aman dan mencari yang lebih berisiko namun berimbal hasil tinggi.
Seperti dikutip dari AFP, euro menguat ke 1,4238 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4206 dolar. Namun dolar AS menguat atas yen ke 95,16 yen, dibandingkan sebelumnya di 94,83 yen.
"Indeks kepercayaan konsumen Jerman memberikan perasaan yang baik lagi pada euro, sehingga membuat mata uang itu menyentuh level 1,4300," ujar James Hughes, analis dari CMC Markets.
(qom/qom)











































