"Kami sedang bookbuilding obligasi baru dengan nilai maksimum sebesar US$ 200 juta," ujar Direktur Komunikasi MPPA, Danny Konjongian saat dihubungi detikFinance, Selasa (28/7/2009).
Obligasi baru ini akan diterbitkan sebelum jatuh tempo sisa obligasi lama perseroan pada 6 Oktober 2009. Sebelumnya, obligasi lama perseroan sebesar US$ 150 juta yang akan jatuh tempo pada 19 Oktober 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
obligasi untuk menukarkan sisa obligasi tersebut dengan obligasi baru (exchange offer).
"Dari total nilai obligasi US$ 114,97 juta, sebagian besar yaitu sebesar US$ 79,6 juta menyetujui untuk menukarkan obligasi tersebut dengan obligasi baru yang akan jatuh tempo pada 2012. Sisanya sebesar US$ 35,37 juta memilih untuk pelunasan pada saat jatuh tempo 6 Oktober 2009," ujarnya.
Dengan demikian, perseroan memiliki kewajiban menukarkan obligasi lama senilai US$ 79,6 juta dengan obligasi baru dan melunasi sisa obligasi lama sebesar US$ 35,37 juta pada 6 Oktober 2009.
Untuk keperluan tersebut, perseroan berencana menerbitkan obligasi baru dengan nilai maksimum sebesar US$ 200 juta, di mana sebesar US$ 79,6 juta merupakan penukaran obligasi lama dengan obligasi baru serta pelunasan sisa obligasi lama
sebesar US$ 35,37 juta.
"Jadi nilai minimal obligasi baru yang akan kami terbitkan sebesar US$ 114,97 juta. Namun saat ini sedang dalam bookbuilding, jadi bisa saja lebih. Maksimumnya US$ 200 juta. Sisa perolehan dana obligasi baru akan digunakan untuk
modal kerja dan capex," ujarnya.
Meski Danny belum dapat memastikan jadwal penerbitan obligasi baru tersebut, namun penerbitan obligasi baru dengan nilai maksimum sebesar US$ 200 juta tersebut harus dilakukan sebelum jatuh tempo obligasi lama pada 6 Oktober 2009.
Untuk keperluan penerbitan obligasi baru ini, MPPA telah menunjuk Citigroup Inc. dan UBS AG.
(dro/lih)










































