Pada perdagangan Selasa (28/7/2009) sesi I, IHSG ditutup menguat hingga 15,536 poin (0,70%) ke level 2.224,637. Indeks LQ 45 juga naik tipis 3,490 poin (0,81%) ke level 436,739.
Penguatan IHSG terjadi ditengah bursa-bursa regional yang sedang didera profit taking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa Hong Kong dibuka menguat tipis, dengan indeks Hang Seng naik 10,32 poin (0,05%) ke level 20.261,94.
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi 59.283 kali pada volume 3.200 juta lembar saham senilai Rp 2,405 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 68 saham turun dan 79 saham stagnan.
Saham BUMI tercatat sebagai saham paling atraktif. Saham BUMI tercatat naik Rp 50 menjadi Rp 2.175 dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 745,6 miliar atau sekitar 31% dari nilai perdagangan.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 7.050, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.900, Hexindo (HEXA) naik Rp 325 menjadi Rp 2.575, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 menjadi Rp 23.000, Indofood (INDF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.225, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 menjadi Rp 12.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 10 menjadi Rp 560, Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 27.000, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 menjadi Rp 2.400, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.350.
(qom/lih)











































