BUMI diburu karena besok merupakan tanggal pembagian cum dividen. Saham BUMI tercatat naik hingga Rp 125 menjadi Rp 2.250 dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 1,3 triliun atau 22% dari total transaksi perdagangan.
Sementara IHSG pada perdagangan Selasa (28/7/2009) ditutup menguat 28,004 poin (1,27%) ke level 2.237,105. Indeks LQ 45 juga naik 5,298 poin (1,22%) ke level 438,547.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara indeks Nikkei-225 akhirnya ditutup melemah 1,40 poin (0,01%) ke level 10.087,26, setelah 9 hari berturut-turut menguat.
"Ini profit taking yang alami namun dapat kami katakan pasar saat ini dalam kondisi yang sangat solid," ujar Hideaki Higashi, analis dari SMBC Friend Securities seperti dikutip dari AFP.
Perdagangan di seluruh pasar Bursa Indonesia mencapai 126.461 kali pada volume 8.568 juta lembar saham senilai Rp 5,672 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 57 saham turun dan 74 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 menjadi Rp 5.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.650 menjadi Rp 23.700, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.950, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 2.275, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 menjadi Rp 12.800.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 26800, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 10 menjadi Rp 560, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.350, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 menjadi Rp 2.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 13.400, Unilever (UNVR) turun Rp 250 menjadi Rp 11.750.
(qom/lih)











































