Investor mendapatkan sentimen negatif dari lemahnya data kepercayaan konsumen yang turun menjadi 46,6 dari 49,3 selama Juni. Indeks Kepercayaan Konsumen mencapai titik tertingginya dalam 8 bulan pada Mei sebesar 54,8.
Namun sentimen negatif tersebut berhasil diredam oleh sentimen positif dari keluarnya laporan keuangan perusahaan yang cukup menggembirakan. Sentimen positif ini sebelumnya telah membawa angin segar kedua pada indeks S&P 500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, setelah kenaikan harga saham-saham sebelumnya, kini pasar sedang mencari-cari alasan untuk istirahat sejenak. Sehingga penurunan sedikit pada perdagangan hari itu cukup baik.
Pada perdagangan Selasa (28/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 11,79 poin (0,13%) ke level 9.096,72. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 2,56 poin (0,26%) ke level 979,62. Sementara Nasdaq naik tipis 7,62 poin (0,39%) ke level 1.975,51.
Volume perdagangan masih tipis, di New York Stock Exchange hanya sebesar 1,24 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,23 miliar, hampir menyamai rata-rata transaksi tahun lalu sebesar 2,28 miliar.
Harga Minyak Mulai Surut
Sementara harga minyak mentah dunia kembali surut oleh profit taking. Harga minyak dalam 2 pekan terakhir mencatat peguatan tajam seiring optimisme membaiknya perekonomian, yang juga mendorong penguatan di pasar finansial.
Kontrak utama minyak light pengiriman September turun 1,15 dolar menjadi US$ 67,23 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September turun 93 sen menjadi US$ 69,88 per barel.
(qom/qom)











































