Gerak IHSG Makin Terbatas

Gerak IHSG Makin Terbatas

- detikFinance
Rabu, 29 Jul 2009 07:26 WIB
Gerak IHSG Makin Terbatas
Jakarta - Perburuan saham-saham grup Bakrie, terutama PT Bumi Resources Tbk kemarin telah membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke titik tertingginya kembali. Nilai transaksi juga mencapai Rp 5 triliun, dimana 33 persennya disumbang dari grup Bakrie 7.

IHSG pada perdagangan Selasa (28/7/2009) kemarin ditutup menguat 28,004 poin (1,27%) ke level 2.237,105. Investor memburu saham BUMI karena kemarin adalah batas pembagian dari cum dividen.

Potensi penguatan IHSG masih ada, namun profit taking kemungkinan akan menghadang laju pergerakannya. Gerak IHSG pada perdagangan Rabu (29/7/2009) diprediksi mulai terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor mulai melepas lagi saham-saham unggulan di tengah profit taking yang juga sedang melanda bursa-bursa global. Bursa Wall Street kemarin juga dihadang profit taking, sehingga rally selama 2 pekan akhirnya terhenti.

Pada perdagangan Selasa (28/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 11,79 poin (0,13%) ke level 9.096,72.

Profit taking juga sedang melanda bursa Tokyo. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 51,35 poin (0,51%) ke elvel 10.035,91. Meski dilanda profit taking, namun investor masih mendapatkan semangat dari keluarnya sejumlah laporan keuangan.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Sekuritas:


Rally indeks lebih sehat dan merata karena didukung lebih banyak sektor yakni pertambangan, perkebunan, industri dasar dan perdagangan. Keempat sektor tersebut menguat di atas 2% sehingga mendongkrak IHSG 28 poin ke level 2.237 dan transaksi kembali menembus Rp 5 triliun. Investor asing kembali membukukan net buy Rp 465 miliar sehingga saham lapis dua dan tiga kembali atraktif. Selanjutnya indeks akan menguji level 2.250 sementara support ada di 2.200.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin berhasil kembali mengalami kenaikan menjadi +1,27% menjadi 2.237,105. Menguatnya indeks didukung oleh aksi beli terhadap saham pertambangan. Investor tampaknya memanfaatkan momentum naiknya harga komoditas crude oil. Kami perkirakan dalam jangka pendek indeks masih berpeluang untuk menguat. Investor akan lebih cenderung melakukan selective buy didorong oleh laporan kinerja S1-09. Trend menguat pada nilai tukar rupiah diindikasikan sebagai masuknya dana asing. Kisaran support-resistance hari ini 2.220-2.254.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads