Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 29 Jul 2009 09:27 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Laporan keuangan 1H09 mulai membanjiri bursa indonesia namun sampai saat ini belum banyak ada yang menunjukan laporan laba yang diluar perkiraan (masih in-lined). Cement sektor masih bertahan pada harga harga jual semen indonesia. Contohnya SMGR, meskipun volume cement turun dan cost production masih tinggi seperti batu-bara namun perusahaan mampu mencatat laba naik 33% YoY di 1H09m thanks untuk peningkatan harga. Selanjutnya data yang dinantikan adalah dari konter INTP yang mencatat volume cement terkontraksi terbesar tahun ini. Prediksi saya, earnings 1H09 akan mengecewakan dan hati-hati dengan mini correction pada konter ini. Namun cerita cement dan fundamental perusahaan tersebut masih bagus untuk jangka panjang atau Buy on Weakness.

Guru Says: "Go for a business that any idiot can run – because sooner or later, any idiot is probably going to run it." - Peter Lynch

Dow Jones: Saham US turun dan S&P mundur dari posisi tertingginya dalam delapan bulan terakhir sebagaimana proyeksi tingkat kepercayaan konsumen mengikuti hasil yang mengecewakan dari Office Depot Inc. dan Coach Inc. American Express Co. dan Exxon Mobil Corp. berperan dalam pelemahan Dow sebagaimana direksi melaporkan bahwa kekhawatiran akan pengangguran yang meningkat akan mempengaruhi sentiment konsumen. Office Depot -18% dan Coach -1.3%. Indeks S&P 500 -0.3% menjadi 979.62 dan Dow -0.1% menjadi 9,096.72.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Saham Jepang turun setelah terjadi penurunan yang lebih tinggi dari ekspektasi terhadap kepercayaan konsumen di US dan turut memicu penurunan pada harga komoditas, sedangkan yen menguat. Mitsubishi Corp. -1.2%, Toyota Motor Corp. -1.1%, sedangkan Yahoo Japan Corp. naik 4.4% setelah diperkirakan labanya akan naik. Nikkei 225 -0.3% menjadi 10,055.25 dan Topix -0.3% menjadi 927.21.Β Β  KOSPI INDEX (+0.05%) 1,526.73. S&P/ASX 200 INDEX (+0.03%) 4,170.80. Straits Times (+0.03%) 2,624.93.

Commodity: Harga minyak dan bahan bakar menurun untuk pertama kalinya dalam 11 hari terakhir seiring kepercayaan konsumen AS menurun, memicu kekhawatiran akan pemulihan permintaan energi yang semakin lambat. Harga minyak untuk pengiriman bulan September (-1.7%) $67.23/ barel pada 2:42 p.m. di Nymex. Harga minyak naik 51% tahun ini dan turun 54% dari level US$ 147.27 pada 11 Juli 2008., Gold (-0.03%) $942/oz, CPO (+1.8%) 2.155 RMY. Natural as $3.54/mmbtu.

Economic & Industrial news

Property: Sektor Komersial Mulai Bangkit

Pada 2Q09, sektor properti komersial mulai bangkit. Di Jakarta, penyerapan perkantoran di pusat bisnis meningkat hingga 60% dibanding kuartal sebelumnya. Peningkatan khususnya pada segemen menengah ke atas. Bangkitnya sektor properti tak luput dari kebijakan BI untuk menurunkan suku bunga yang kemudian diikuti dengan penurunan suku bunga kredit.

Commodity: Ekspor CPO Juni Turun 24,66% MoM

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor CPO Juni09 turun 24,66% MoM dari 1,565 juta ton jadi 1,179 juta ton. Penurunan tersebut karena permintaan dari Pakistan anjlok di Juni 33.850 ton vs Mei 329.100 ton serta adanya penerapan bea keluar ekspor sebesar 3%.

Corporate news

TLKM: Indikasikan Laba Bersih 1H09 Turun
TLKM mengindikasikan laba bersih 1H09 turun di bawah 5% yoy vs 1H08 Rp6,29 triliun, namun pendapatannya naik seiring bertambahnya 10 juta pelanggan jadi lebih dari 75 juta pelanggan. Saat ini perseroan tengah mengakaji delisting di bursa saham NYSE dan berniat listing di bursa efek kawasan Eropa.
Selanjutnya, perseroan memastikan akan menyuntikkan modal kepada anak usahanya PT Multimedia Nusantara (Metra) sebesar Rp1 triliun guna mendukung ekspansi bisnis Metra.
Β 
INCO: Tingkatkan Efisiensi, Pecat 87 Pekerja

INCO, produsen nikel terbesar di Indonesia berencana memecat 87 orang pekerjanya. Keputusan tersebut dilakukan dengan alasan meningkatkan efisiensi.
Pekerja yang akan dipecat akan menerima purnabakti dini. INCO mempekerjakan lebih dari 3.600 orang, dimana mayoritas bekerja di tambang Sorowako, Sulawesi.

ELTY: Jajaki Pinjaman Rp3 T
ELTY jajaki pinjaman dari konsorsium 10 bank sebesar Rp3 triliun meliputi guna mendanai sejumlah proyek perumahan dan ruas tol. Sebesar Rp2 triliun digunakan untuk tahun ini dan Rp1 triliun tahun depan. Perseroan menargetkan pinjaman cair 3Q09.


SMSM: Jadwal Pembagian Dividen Interim Rp40
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2009 sebesar Rp40/saham, yakni:
Cum date : 19 Agust09
Ex date: 29 Agust09
Recording date: 24 Agust09
Payment date: 7 Sept09

BNLI: Dirut Ajukan Pengunduran Diri
Dirut BNLI Stewart D. Hall telah mengajukan diri dari jabatannya dan akan kembali lagi ke Standars Chartered Bank. Namun, rencana ini masih menunggu keputusan RUPSLB pada 12 Agust09.

BBNI: Lead Arranger Kredit Sindikasi ke EXCL

BBNI mejadi lead arranger pinjaman sindikasi ke EXCL senilai Rp1.5 tn, BBNI sendiri menyediakan pembiayaan hingga Rp1 tn (67% dari total kredit ke EXCL) dengan bunga mengambang mengikut LIBOR namun tetap dalam denominasi rupiah. BBNI menggandeng dua bank swasta dan satu BPD dalam sindikasi ini.


Earnings Watch

AALI: Laba Bersih 1H09 Terpangkas 52% yoy
Laba bersih AALI 1H09 terpangkas 52% yoy dari Rp1,6 triliun jadi Rp769,85 miliar karena turunnya penjualan dan rendahnya harga CPO. Penjualan turun 24% yoy jadi Rp3,54 triliun.
Harga rata-rata CPO 1H09 turun 23% yoy dari Rp 8.299 per kg jadi Rp 6.386 per kg. Namun, produksinya naik tipis 1,1% yoy jadi 499.444 ton.

BMRI: Laba Bersih 1H09 Naik 7.6% Jadi Rp2.8 tn
BMRI mencatat kenaikan laba bersih sebesar 7.6% YoY menjadi Rp2.8 tn dari periode yang sama tahun sebelumnnya yakni Rp2.6 tn atas kenaikan pendapatan bunga bersih dan fee based income. (downjones/li) Comment: laba bersih BMRI inline dengan estimasi kami yakni 48% dari target laba akhir tahun Rp5.93 tn namun kami masih menunggu tingkat restrukturisasi yang dilakukan terhadap penurunan beban pencadangan pada analyst meeting nanti jam 17.30 WIB. BMRI TP Rp3.200. HOLD

ADHI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 309% yoy
AMRT: Laba Bersih 1H09 Turun 45% yoy
JPRS: Laba Bersih 1H09 Anjlok 141% yoy
MNCN: Laba Bersih 1H09 Naik 17% yoy
ASGR: Pendapatan 1H09 Naik, Laba Bersih Turun
IGAR: Laba Bersih 1H09 Naik 50% yoy
CNKO: Laba Bersih 1H09 Naik 7%, Pendapatan Turun
FPNI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 165% yoy
FPNI mencatat laba bersih 1H09 melonjak 165% yoy dari Rp91,08 miliar jadi Rp241,29 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya penjualan jadi Rp1,95 triliun (+6% yoy) serta perolehan laba kurs Rp20,31 miliar vs 1H08 Rp2,96 miliar.

Β Market Flash
Earnings kuartal 2 tidak ada banyak upside surprise

News Highlight

Economic & Industrial News
Property: Sektor Komersial Mulai Bangkit
Commodity: Ekspor CPO Juni Turun 24,66% MoM

Corporate News
TLKM: Indikasikan Laba Bersih 1H09 Turun
INCO: Tingkatkan Efisiensi, Pecat 87 Pekerja
ELTY: Jajaki Pinjaman Rp3 T
SMSM: Jadwal Pembagian Dividen Interim Rp40
BNLI: Dirut Ajukan Pengunduran Diri
BBNI: Lead Arranger Kredit Sindikasi ke EXCL

Earnings Watch

AALI: Laba Bersih 1H09 Terpangkas 52% yoy
BMRI: Laba Bersih 1H09 Naik 7.6% Jadi Rp2.8 tn
ADHI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 309% yoy
AMRT: Laba Bersih 1H09 Turun 45% yoy
JPRS: Laba Bersih 1H09 Anjlok 141% yoy
MNCN: Laba Bersih 1H09 Naik 17% yoy
ASGR: Pendapatan 1H09 Naik, Laba Bersih Turun
IGAR: Laba Bersih 1H09 Naik 50% yoy
CNKO: Laba Bersih 1H09 Naik 7%, Pendapatan Turun
FPNI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 165% yoy

Rumours
Harga SMRA berpotensi ke Rp700/saham. Kabarnya, perseroan menjajaki penerbitan obligasi guna membiayai proyek propertinya. Perseroan akan membangun apartemen dan hotel di Kelapa Gading serta mengembangkan proyek di Serpong.
Harga saham BKDP berpotensi ke Rp125-150/saham. Kabarnya, pereseoan tengah mengincar proyek kawasan industr dan hunian dekat Jembatan Suramadu. Selain itu, perseroan akan meluncurkan hotel dan pusat perbelanjaan.

Corporate Action
Cum dividen Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp50,6/saham, Ex dividen (30/7)
Cum dividen Berlina Tbk (BRNA) sebesar Rp87/saham, Ex dividen (30/7)
Cum dividen Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) sebesar Rp45/saham, Ex dividen (30/7)
Cum dividen Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp12,5/saham, Ex dividen (30/7)

Technical Picks
BMRI (Rp 3675) – SELL
INCO (Rp 4325) – SELL
INDF (Rp 2275) – Sell on strength
MEDC (Rp 3225) – SELL


(etr/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads