Lonjakan laba bersih ini dipicu keuntungan dari penjualan aktiva tetap yang juga melonjak dari Rp 115 juta di semester I-2008 menjadi Rp 44,398 miliar di periode yang sama 2009 atau melonjak 38.506 persen.
Selain itu, perseroan juga menunggak keuntungan dari laba kurs yang mencapai Rp 18,360 miliar di semester I-2009 dari sebelumnya Rp 4,063 miliar di 2008.
Berdasarkan publikasi yang dikutip detikFinance , Rabu (29/7/2009), kedua hal tersebut akhirnya mendongkrak laba perseroan sebelum pajak dari Rp 23,916 miliar di semester awal 2008 menjadi Rp 67,168 miliar pada periode kali ini.
Sedangkan dari sisi pendapatan usaha, perseroan juga mencatatkan perbaikan signifikan. Jika pada semester I-2008 pendapatan usaha perseroan tercatat Rp 1,929 miliar, maka pada periode kali ini naik menjadi Rp 3,018 miliar.
Laba bersih per saham untuk para investor pun naik 318 persen dari Rp 5,76 di semester pertama 2008 menjadi Rp 24,1 di semester pertama 2009. (lih/dnl)











































