IHSG kembali mencatat penguatan kemarin. Total nilai transaksi di pasar reguler cukup besar mencapai Rp 5,2 triliun. Sektor industri dasar, pertambangan dan agrikultur mencatat penguatan paling besar. Sedangkan sektor barang konsumsi mencatat pelemahan paling besar.
Bursa wallstreet tadi malam mulai bergerak flat dan memperlihatkan bahwa indeks utama disana mulai memasuki area jenuh beli. Sedangkan pagi ini bursa regional Asia dibuka pada teritori negatif. Harga komoditi juga umumnya mengalami koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba Bersih AALI Turun 52%
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) selama semester pertama tahun ini mencatat penurunan laba bersih sekitar 52% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini akibat terjadi penurunan penjualan sebesar 23,8% sedangkan beban pokok penjualan dan biaya operasional mengalami kenaikan masing-masing 2,5% dan 19,4%.
Sepanjang semester pertama tahun ini sebenarnya produksi TBS, CPO dan Palm Kernel mengalami kenaikan tipis. Namun penurunan harga CPO di pasar global mengakibatkan harga jual rata-rata perseroan turun 23,1% dari Rp 8.299,- per kg tahun lalu menjadi Rp 6.386,- per kg tahun ini.
Meskipun mengalami penurunan kinerja pada semester ini, namun dalam beberapa bulan ke depan akan ada faktor positif yang dapat mendorong kinerja AALI dan produsen CPO lain di dalam negeri. Faktor cuaca yang diperkirakan akan mengalami kekeringan akibat badai El Nino dalam jangka 6 bulan sampai satu tahun ke depan dapat memberikan pengaruh positif bagi AALI.
Kekeringan biasanya menyebabkan turunnya produksi minyak kedelai (yang merupakan substitusi dari CPO) secara signifi kan. Siklus umur tanaman kedelai bersifat jangka pendek, sehingga ketika terjadi kekeringan produksi langsung anjlok. Akibatnya harga CPO, minyak kedelai maupun substitusi lainnya akan meningkat.
Di sisi lain, ketika terjadi kekeringan dampaknya terhadap produksi tanaman kelapa sawit baru terlihat setelah 4-6 bulan berikutnya. Sehingga industri CPO yang terlambat mengalami gangguan produksi akan diuntungkan ketika kekeringan terjadi. Saat itu volume produksi tidak turun sedangkan harga jual mengalami kenaikan. Apalagi sepanjang semester pertama tahun ini curah hujan di Indonesia sangat tinggi sehingga diperkirakan akan berdampak bagi peningkatan volume produksi industri CPO dalam negeri dalam 4-6 bulan ke depan.
Laba bersih 1H09 Telkom dikabarkan turun kurang dari 5%
Laba bersih PT Telkom 1H09 dikabarkan turun tipis 5% dari periode yang sama tahun lalu. Namun berita ini selayaknya tidak ditanggapi negative karena menurut penilaian kami penurunan tipis dari laba bersih ini hanya berasal dari forex loss. Nilai tukar rupiah pada akhir 1H09 ditutup di 10208 dibandingkan periode tahun lalu di 9228 atau terdepresiasi sekitar 10.6%.
Kami melihat bahwa akhir tahun 2009 laba bersih perseroan akan meningkat sekitar 11% lebih. Meskipun PER (09) Telkom diatas industry sedikit, namun valuasi saham Telkom masih bertengger di 10,400 atau masih16,2% dari harga penutupan kemarin di 8950. Secara technical target harga saham hari ini akan bergerakn dikisaran 8850-9100. BUY.
Pendapatan 1Hβ09 ADHI naik 56% yoy menjadi Rp3 triliun
Selama H1/09 ADHI mencatat pendapatan naik 56% menjadi Rp3 triliun namun laba usaha turun 16% menjadi Rp60 miliar karena kenaikan beban kontrak sebesar 63% (lebih besar dari kenaikan pendapatan). Laba bersih melonjak lebih dari 300% menjadi Rp42 miliar di karenakan adanya laba penjualan aktiva tetap sebesar Rp44 miliar dan laba kurs sebesar Rp18 miliar. Jika laba penjualan aktiva tetap ini tidak di perhitungkan, maka laba bersih H1/09 ADHI bisa lebih rendah dari H1/08.
Per 30/6/2009 ADHI memiliki utang berbunga jangka pendek sebesar Rp790 miliar, utang berbunga jangka panjang Rp499 miliar dan kas & setara kas serta investasi jangka pendek sebesar Rp246 miliar sehingga ADHI memiliki utang bersih sebesar Rp1,043 triliun.
Sentimen netral, dengan pertimbangan pencapaian pendapatan dan laba bersih sesuai konsensus namun pencapaian laba usaha di bawah konsensus. Dengan adanya risiko tekanan utang yang begitu besar maka kami lebih menyukai saham sejenis lainnya yaitu WIKA (BUY, TP600) dengan katalis lainnya berupa diversifikasi bisnis.
(qom/qom)











































