Investor melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan IHSG yang cukup fantastis sebelumnya. IHSG mengikuti gerak bursa regional yang juga sedang diserang profit taking.
Pada perdagangan Rabu (29/7/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 2,879 poin (0,13%) ke level 2.234,226, indeks LQ 45 juga melemah tipis 0,960 poin (0,22%) ke level 437,587. IHSG sempat bergerak positif dan mencapai level tertingginya di 2.241,633. Sementara rupiah stabil di level 9.954 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi sebanyak 50.903 kali pada volume 2.533 juta lembar saham senilai Rp 2,127 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 101 saham turun dan 69 saham stagnan.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menjadi motor penggerak bursa. Saham BUMI menutup sesi I dengan penguatan Rp 25 menjadi Rp 2.275, dengan nilai perdagangan di seluruh pasar mencapai Rp 642 miliar.
Saham-saham lain yang mencatat penguatan harga di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.050, Astra International (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 27.300, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 menjadi Rp 6.100, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 menjadi Rp 18.500.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8,700, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 10 menjadi RP 345, Timah (TINS) turun Rp 50 menjadi Rp 2.050, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 11.900.
(qom/lih)










































