WIKA Catat Laba Rp 93 Miliar di Semester I-2009

WIKA Catat Laba Rp 93 Miliar di Semester I-2009

- detikFinance
Rabu, 29 Jul 2009 13:08 WIB
WIKA Catat Laba Rp 93 Miliar di Semester I-2009
Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk mencatat laba bersih di semester I-2009 sebesar Rp 93 miliar atau naik 51 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 62 miliar.
Β 
"Peningkatan ini ditopang oleh pendapatan perseroan sebesar Rp 2,97 triliun pada enam bulan pertama 2009 atau 40 persen dari targetΒ  pendapatan perseroan tahun 2009," ungkap Dirut Wika Bintang Perbowo dalam konferensi persnya di Kantor WIKA, Cawang, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Β 
Untuk laba kotor pada semester I-2009 WIKA tercatat sebesar Rp 251 miliar atau meningkat sebesar 49,7 persen dibandingkan periodeΒ  yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 168 miliar.
Β 
"Laba kotor ini merefleksikan 42,8 persen dari target tahun 2009. Sedangkan marjin laba kotor semester I 2009 tercatat 8,4 persen atau meningkat 37,6 persen dari periode yang sama tahun 2008 sebesar 6,1 persen," tambahnya.
Β 
Untuk laba usaha, lanjut Bintang, WIKA mencatat 184,75 miliar atau meningkat 77,2 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2008 sebesar Rp 104,25 miliar.Dari segi pendapatan semester I 2009, WIKA mencatat pendapatan Rp 2,97 triliun atau naik 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,73 triliun.Di mana kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari WIKA induk sebesar Rp 1,67 triliun atau 56 persen dari pendapatan konsolidasi, sedangkan WIKA Beton memberikan pendapatan terbesar Rp 624,41 miliar atau 21,01 persen dari pendapatan konsolidasi.
Β 
"Sementara, WIKA Intrade memberikan kontribusi sebesar Rp 466,59 miliar atau setara 15,7 persen dari total pendapatan sedangkan WIKA Reality menyumbankan RP 153,66 miliar atau 5,17 persen dari pendapatan konsolidasi," paparnya.
Β 
Dari sisi kontrak, Wika telah meraih 60 persen dari target perolehan kontrak baru 2009 yakni sebesar Rp 5,59 triliun dari target sebesar Rp 9,39 triliun. Dengan demikian WIKA tengah mengerjakan kontrak senilai total Rp 13,39 triliun yang akan diselesaikan di tahun 200 dan 2010 mendatang.
Β 
"Di tengah himpitan pajak final dan kondisi ekonomi yang sedang dalam tahap recovery, kami berhasil meningkatkan kinerja kami. Selain banyak memenangkan kontrak besar, kami juga mampu melakukan efisiensi di segala bidang," jelasnya. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads