Menurut Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis, meski penjualan emas melebihi setengah target akhir tahun, pendapatan perusahaan plat merah tersebut di semester I-2009 masih anjlok jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu pada periode yang sama.
"Pendapatan kita kan banyak dari nikel. Produksinya nikel sesuai target tapi harganya hanya setengah dari tahun lalu. Kalau (pendapatan) dibanding dengan year on year pasti jauh lah," ujarnya di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, rata-rata harga nikel saat ini sekitar US$ 5,5 per pon, tahun lalu harganya masih di atas US$ 10 per pon. Selain itu, rendahnya pendapatan perusahaan plat merah itu juga disumbang penjualan bauksit yang turun.
Pembelian Newmont
Mengenai pembelian sebagian saham milik PT Newmont Nusa Tenggara, ia mengatakan dari dulu perseroan sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli.
Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, Antam merupakan salah satu BUMN yang sudah siap diarahkan untuk membeli saham perusahaan tambang tersebut.
"Dari dulu juga kita kan siap, makanya kita berusaha cari dana," ujarnya.
Namun sayangnya, ia enggan menyebutkan dana tersebut akan diambil dari mana. (ang/lih)











































