"Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk melunasi obligasi tersebut. Sumber dana untuk pelunasan obligasi ini berasal dari arus kas internal dan fasilitas pinjaman bank jangka pendek," ungkap analis Pefindo Vonny Widjaja dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2009).
Hingga triwulan I-2009, HMSP memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 1,1 triliun. Selain itu, perusahaan juga memiliki fasilitas pinjaman dari beberapa bank dengan pagu pinjaman keseluruhan sebesar Rp 2,4 triliun dan US$ 135 juta. Sementara itu, perseroan juga memiliki fasilitas pinjaman antar perusahaan dari Philip Morris Finance SA senilai maksimum Rp 3,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bisnis rokok yang menyumbangkan sekitar 99,5% dari total penjualan konsolidasi di tahun 2008, HMSP dan anak-anak perusahaan juga bergerak di berbagai bidang usaha seperti percetakan, pengemasan dan pengangkutan. Per 31 Maret 2009, pemegang saham utama perseroan adalah PMI dengan kepemilikan saham sebesar 98,04%.
(dro/lih)











































