IHSG pada perdagangan Kamis (30/7/2009) diprediksi masih akan diwarnai dengan aksi profit taking, didorong sentimen negatif merosotnya harga minyak mentah dunia. Saham-saham sektor komoditas diprediksi akan mengalami tekanan jual yang besar.
Sementara saham-saham perbankan besar akan mendapatkan dorongan naik, setelah mereka mengumumkan laba yang cukup menggembirakan di tengah kondisi pasar finansial yang belum sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (29/7/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 26 poin (0,29%) ke level 9.070,72. Namun bursa Tokyo masih mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Kamis dengan kenaikan 48,89 poin (0,48%) ke level 10.162,13.
Harga minyak mentah dunia kemarin mencatat penurunan tajam oleh kekhawatiran anjloknya permintaan setelah China mengumumkan keinginannya merevisi target kredit.
Kontrak utama minyak light pengiriman September anjlok hingga 3,88 dolar atau hampir 6% menjadi US$ 63,35 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September juga merosot 3,35 dolar menjadi US 66,53 per barel.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
Terkoreksinya bursa di China sebesar 5% menyebabkan investor profit taking pada sesi kedua sehingga indeks turun 11 poin ke posisi 2.225. Kondisi bursa yang overbought juga menjadi pemicu aksi profit taking di sektor pertambangan dan infrastruktur. Selanjutnya pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh laporan keuangan dari para emiten yang diantaranya masih cukup bagus. IHSG berpeluang rebound di kisaran 2.190-2.2250.
Panin Sekuritas:
Anjloknya harga komoditas diawali oleh turunnya harga minyak mentah mendorong bursa regional bergerak melemah. Keluarnya beberapa laporan keuangan emiten S1-09 tidak mampu menyelamatkan IHSG dari aksi profit taking setelah beberapa hari mengalami rally naik. Meski demikian, kami menilai profit taking yang terjadi relatif wajar mengingat pegerakan indeks sedemikian cepat sejak menembus level 2.200. Kemungkinan profit taking sudah bisa tercermin dari pergerakan harga komoditas di pagi hari.
Berdasarkan pantauan kami pergerakan indeks cenderung rentan ketika terjadi penurunan signifikan pada harga minyak mentah. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed, dimana tekanan jual masih akan terjadi. Disisi lain, kami melihat peluang untuk trading pada saham yang sensitif akan suku bunga sebagai antisipasi inflasi dan BI Rate. Kami perkirakan indeks hari ini akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.202-2.236.
(qom/qom)











































