BMRI kemarin mengumumkan laba bersih sebesar Rp 2,92 triliun di semester I-2009 atau naik 12 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,61 triliun.
Menurut Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, kenaikan laba ini dipicu pendapatan bunga bersih yang naik 23,6 persen dari Rp 7,004 triliun menjadi Rp 8,66 triliun di semester I-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dua NPL terbesar BMRI yakni Garuda Indonesia dan Apac Inti Corpora sebesar Rp 1 triliun menunjukkan harapan karena perbaikan operasi kedua perusahaan.
Pada perdagangan Kamis pukul 11.15 waktu JATS, saham BMRI tercatat naik Rp 100 menjadi Rp 3.800, dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 103,9 miliar. Saham BMRI menjadi saham teraktif kedua di Bursa Efek Indonesia, di bawah PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
"Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Bank Mandiri (BMRI) dengan target harga baru Rp 4.500 (dari sebelumnya Rp 3.450) setelah menaikan EPS CY09-11 sebesar 10-12% karena menurunkan asumsi provisi kami sebelumnya yang tinggi dan menaikan LT growth dari metode DDM kami," ujar Bernard.
"Target harga baru ini mengindikasikan 2.5-2.2x P/BV dan 13.7-11.4x CY10-11 P/E. Kinerja yang baik pada 2Q09 mengkonfirmasi prediksi kami bahwa BMRI telah berhasil melangkah ke fase berikutnya dari strategi bisnis model saat ini. Dengan fundamental yang kuat serta neraca yang bersih menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Kami percaya perbaikan struktur, ambisi BMRI sebagai bank terbaik nasional akan tercapai," imbuhnya.
(qom/qom)











































