Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 31 Jul 2009 09:33 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Resilien earnings 1H09 membawa konfiden investor ke bursa Indonesia IHSG +3% dengan penguatan di sektor bluechip dan flow asing sustainably grow sejak index menembus level 2,100. Support kita masih di level 2,200 untuk IDX dan resistance 2,500 menurut kita mudah untuk di jangkau. Rupiah adalah mata uang terkuat tahun ini terhadap USD +10%< Ytd. Jadi apabila kita menggunakan USD base untuk semua index di dunia maka IHSG adalah index yang paling tinggi peningkatannya bukan China atau India.

Asia Bubble? Di perkirakan saham di Asia akan menjadi Bubble, saat ini trailing PER index terutama di China telah menembus Standard Deviasi +1 ini menunjukan aggresive investor dan optimisme overshooting di Asia. Namun kembali saya menyarankan investor Indonesia, We are special. Ekonomi indonesia resilien di saat krisis... Apa lagi kalau di Bull market!...Β Β  Untuk kedepannya saya melihat dua hal yang bisa menjadi issue di tahun akhir 2009 dan 2010, yaitu Hyperinflasi dan Equity Bubble.

Guru Says: β€œIt's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price.”-Warren Buffett

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dow Jones: Setelah mengalami penurunan dua hari berturut-turut, saham US kembali naikdan indeks S&P mendekati level tertingginya dalam sembilan bulan sebagaimana perusahaan - perusahaan seperti Motorola Inc., hingga MasterCard Inc. mencatat hasil yang lebih baik dari perkiraan dan klaim pengangguran berada di bawah level bulan Juni. Motorola rally 9.4% akibat pemangkasan pekerja yang membuat kerugian yang diderita perusahaan lebih kecil dari estimasi analis. MasterCard Inc. +3% setelah mencatat pendapatan 11% di atas prediksi, General Electric & Co. +6.9% karena spekulasi bahwa peraturan bank yang baru akan membuat perusahaan dapat mempertahankan unit keuangannya.

Indeks S&P 500 +1.2% mejadi 986.75 dan Dow Jones +0.9% menjadi 9,154.46. Sepuluh sektor industri yang terdapat pada S&P 500 naik setelah data departemen tenaga kerja menunjukkan pemangkasan pekerja telah berkurang.

Regional Pagi: Saham Jepang naik setelah Sony Corp. mencatatkan kerugian yang lebih kecil dari estimasi dan harga minyak serta logam melonjak. Rival Canon Inc. +1.8%, Mitsubishi Corp. +1.4%, Nintendo Co. diperkirakan akan turun setelah melaporkan penjualannya yang jatuh. Nikkei 225 +1% menjadi 10,268.18 dan Topix +1% menjadi 945.82. Tingkat pengangguran nasional melonjak menjadi 5.4% pada bulan Juni. Minyak mentah naik 5.7% dan merupakan kenaikna terbaik sejak 9 April. KOSPI INDEX (+0.62%) 1,544.32, S&P/ASX 200 INDEX (+1.01%) 4,232.80, Straits Times (+0.46%) 2,648.28.

Commodity: Harga minyak menguat lebih dari US$ 3 per barel dan bahan bakar menguat terbanyak dalam 4 bulan terakhir setelah laoran keuangan persero yang lebih baik dari prediksi dan tingkat pengangguran Juni berada di level rendah. Harga minyak pengiriman bulan September Naik $3.59 menjadi $66.94 di Nymex, penugatan terbesar sejak 9 April. Harga minyak naik 50% tahun ini. Gold (-0.03%) $937.6/oz, Nickel (+3.2%) $16.900/ton, Tin (+2.7%) $14.400/ton, CPO (+1.4%) 2.161 RMY.

Company Focus

BBCA: TP Rp4,400 BUY - 2Q09 Inline Results
Kami meng-upgrade TP BBCA dari Rp3,800 menjadi Rp4,400 atas outlook NIM yang lebih baik setelah FY09, ROE, dan kuatnya posisi permodalan.
Net income 2Q09 inline dengan ekspektasi Rp3.3 tn (52% dari target kami)
Pendapatan bunga bersih turun atas pertumbuhan kredit yang stagnan dan penurunan NIM
NPL mencapai level tertinggi sejak 2Q05 namun lebih bersifat teknikal, kedepan NPL kami proyeksikan terus turun dengan NIM yang terus meningkat.
BBCA telah menerima letter of undertaking atas pinjaman CMS (Citra Margatama Surabaya) dari induk perusahaan CMNP, kategori pinjaman masih belum memasuki kategori 5 (default).


Economic & Industrial news


Automotive: Penjualan 1H09 Merosot Tajam
Pada 1H09, pasar kendaraan niaga dan mobil penumpang merosot tajam. Itu merupakan dampak dari lambannya kenaikan hasil tambang, gas, minyak, dan berbagai produk hasil perkebunan di pasar dunia. Pasar otomotif periode 1H09 hanya mencapai 210.246 unit, turun 28,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 292.670 unit.

Industry: Harga Pulp dan Kertas Naik
Industri pupl dan kertas mulai membaik setelah sempat anjlok. Selaam Juni, harga pulp di Asia naik 25% menjadi US$ 550 per ton. Padahal, sebelumnya harga pulp hanya US$ 440 per ton. Sementara harga kertas naik 42,9% dari US$ 700 per ton pada 1H09 menjadi US$ 1.000 per ton pada bulan Juli. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya permintaan pulp dan kertas dari beberapa negara tujuan ekspor seperti Eropa, AS, dan Asia.

Corporate news

BUMI: Tambah Obligasi Tukar Jadi US$ 375 Jt
BUMI menambah penerbitan obligasi konversi menjadi US$ 375 juta dari target semula US$ 200 juta. Obligasi tersebut bertenor lima tahun dan berjatuh tempo 2014 dengan kupon 9,25%/tahun. Ditargetkan pekan depan (5/8), obligasi diterbitkan. Perseroan menunjuk Credit Suisse Singapore sebagai agen penjual obligasi tukar yang diterbitkan Enercoal Resources. Sementara itu, acuan harga saham dalam konversi obligasi tersebut sekitar 30% lebih tinggi dari rata-rata harga tiga hari terakhir saham BUMI sebelum tanggal penerbitan.

Comment: Kemarin BUMI naik +10% terima kasih atas konfiden dan kesabaran investor local terhadap saham ini. Asing mulai merendahkan pesimisme dari saham bakrie dan terlihat aliran yang masuk ke BUMI meskipun di hari ex-dividend. Broker ML telah menaikan rating BUMI dari neutral menjadi BUY dengan TP:4,000 karena kurangnya resiko repo dan bunga utang yang tinggi bisa tertutupi dari peningkatan harga jual batu-bara.

BNBR: Rampungkan Blue Print Restrukturisasi Utang
BNBR tengah menyusun cetak biru (blue print) tentang restrukturisasi utang perseroan tersebut ditargetkan rampung September 2009. Bule print ini juga menyangkut restrukturisasi utang BNBR yang jatuh tempo Oktober-November 2009.

DAVO: Hakim Kabulkan Restrukturisasi Utang
Kemarin, PN Jakarta Pusat mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap DAVO. Itu berarti, DAVO harus ikut bertanggung jawab atas gagal bayar obligasi tersebut. Putusan tersebut dapat membuat DAVO lebih leluasa dalam membicarakan restrukturisasi utang yang pernah dijanjikan ke para pemegang obligasi.

OKAS: Rights Issue Rp520/saham
OKAS mengumumkan pelaksanaan rights issue, yakni:
Pelepasan Saham: 226.111.000 saham
Nilai nominal; Rp100/saham
Harga pelaksanaan: Rp520/saham atau Rp117,5 miliar
Ratio : 9 (old) : 2 (new)
Cum date: 4 Sept09
Ex date: 7 Sept09
Recording date: 11 Sept09

Penggunaan dana: membiayai pengambilalihan 60% saham PT Bormindo Nusantara (68,75%) dan membiayai peningkatan 4.716 saham perseroan di PT Multi Nitrotama Kimia jadi 50% saham (31,25% )

Earnings Watch
ASII: Laba Bersih 1H09 Turun 11% yoy
KAEF: Laba Bersih 1H09 Turun Tipis 1% yoy
AKRA: Laba Bersih 1H09 -37%, Pendapatan -17% yoy

UNTR: Catat Laba Bersih 1H09 Naik 55,22% yoy
UNTR mencatat laba bersih 1H09 naik 55,22% yoy dari Rp1,2 triliun jadi Rp1,872 triliun, dipicu rasio pertumbuhan penjualan yang lebih besar dari beban. Penjualan 1H09 naik 10,26% yoy dari Rp12,591 triliun jadi Rp 13,884 triliun, sedangkan beban pokok penghasilan +5,19% yoy dari Rp10,133 triliun jadi Rp 10,659 triliun.

INCO: Laba Bersih 1H09 Anjlok 88% yoy
INCO menctata laba bersih 1H09 anjlok 88% yoy dari US$ 295,608 juta jadi US$ 34,581 juta, seiring penjualannya -66,3% yoy dari US$ 819,157 juta jadi US$ 276,359 juta.
Penurunan dipicu oleh turunnya harga nikel dan produksi perseroan. Produksi 1H09 turun 12,5% yoy dari 37.151 MT jadi 32.500 MT dengan harga rata-rata nikel matte anjlok 153,39% yoy dari US$21.860/MT jadi US$8.627 MT. Total aset turun tipis dari US$ 1,887 miliar jadi US$ 1,838 miliar.

TLKM: Laba Bersih 1H09 Turun 4%, Pendapatan +1,5% yoy
TLKM mengalokasikan dana U$50 juta atau Rp500 miliar untuk membangun Satleit Telkom-3 pada tahun ini. Pendanaan berasl dari kas internal.

LTLS: Laba Bersih 1H09 Anjlok 70,9% yoy
SOBI: Laba Bersih 1H09 Naik 9,3% yoy
CTRP: Laba Bersih 1H09 -67,8%, Pendapatan +0,4%
CTRS: Laba Bersih 1H09 Turun Tipis 1,4% yoy
CTRA: Laba Bersih 1H09 -24,8% , Pendapatan +21,2% yoy
KLBF: Laba Bersih 1H09 Naik 15,6% yoy
SMCB: Laba Bersih 1H09 -17,9%, Pendapatan +14,7% yoy
SGRO: Laba Bersih 1H09 Anjlok 71,7% yoy
KIJA: Pendapatan 1H09 -15,4%, Laba Bersih +14,5% yoy
MTDL: Laba Bersih 1H09 Terpangkas 81% yoy
OKAS: 1H09, Catat Laba Bersih Rp22,9 vs 1H09 Rugi Rp1 M
ELTY: Laba Bersih 1H09 Turun 21% yoy
SULI: 1H09, Catat Rugi Bersih Rp64 M
DGIK: Laba Bersih 1H09 Turun 15,6% yoy
AISA: Laba Bersih 1H09 Turun 13% yoy

Market Flash

US : Bursa US rally, S&P mendekati level tertinggi dalam 9 bulan

Company Focus
BBCA: TP Rp4,400 BUY - 2Q09 Inline Results

News Highlight

Economic & Industrial News
Automotive: Penjualan 1H09 Merosot Tajam
Industry: Harga Pulp dan Kertas Naik

Corporate News
BUMI: Tambah Obligasi Tukar Jadi US$ 375 Jt
BNBR: Rampungkan Blue Print Restrukturisasi Utang
DAVO: Hakim Kabulkan Restrukturisasi Utang
OKAS: Rights Issue Rp520/saham

Earnings Watch
ASII: Laba Bersih 1H09 Turun 11% yoy
KAEF: Laba Bersih 1H09 Turun Tipis 1% yoy
AKRA: Laba Bersih 1H09 -37%, Pendapatan -17% yoy
UNTR: Catat Laba Bersih 1H09 Naik 55,22% yoy
INCO: Laba Bersih 1H09 Anjlok 88% yoy
TLKM: Laba Bersih 1H09 Turun 4%, Pendapatan +1,5% yoy
LTLS: Laba Bersih 1H09 Anjlok 70,9% yoy
SOBI: Laba Bersih 1H09 Naik 9,3% yoy
CTRP: Laba Bersih 1H09 -67,8%, Pendapatan +0,4%
CTRS: Laba Bersih 1H09 Turun Tipis 1,4% yoy
CTRA: Laba Bersih 1H09 -24,8% , Pendapatan +21,2% yoy
KLBF: Laba Bersih 1H09 Naik 15,6% yoy
SMCB: Laba Bersih 1H09 -17,9%, Pendapatan +14,7% yoy
SGRO: Laba Bersih 1H09 Anjlok 71,7% yoy
KIJA: Pendapatan 1H09 -15,4%, Laba Bersih +14,5% yoy
MTDL: Laba Bersih 1H09 Terpangkas 81% yoy
OKAS: 1H09, Catat Laba Bersih Rp22,9 vs 1H09 Rugi Rp1 M
ELTY: Laba Bersih 1H09 Turun 21% yoy
SULI: 1H09, Catat Rugi Bersih Rp64 M
DGIK: Laba Bersih 1H09 Turun 15,6% yoy
AISA: Laba Bersih 1H09 Turun 13% yoy

Rumours

Harga MTDL berpotensi menguat menuju level Rp 200 dalam jangka pendek. Dengan adanya kabar bahwa IBM mengincar saham MTDL dan juga ekspansi usaha perseroan dalam bidang teknologi aplikasi perbankan juga akan menjadi momentum kenaikan harga MTDL.

Broker asing dan lokal dikabarkan akan memburu BRNA, menyusul kabar rencana merger dan akuisisi perusahaan kemasan plastik di Tiongkok sehingga BRNA berpotensi ke harga Rp 1.000.

Technical Picks
TMAS (Rp 345) – SELL
BUMI (Rp 2425) – Sell on strength
ASII (Rp 28.100) – Sell on strength
BMRI (Rp 3925) – Sell on strength

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads