Wall Street Slow di Akhir Pekan

Wall Street Slow di Akhir Pekan

- detikFinance
Sabtu, 01 Agu 2009 09:17 WIB
Wall Street Slow di Akhir Pekan
Jakarta - Saham-saham di Wall Street bergerak sangat volatile pada perdaganga Jumat, akhir pekan. Sempat dibuka memerah, indeks saham di Wall Street akhirnya ditutup cukup variatif.

Investor mendapatkan sentimen negatif dari pertumbuhan ekonomi AS yang melambat 1% selama kuartal II, dibandingkan pelemahan 6,4% pada kuartal I. Analis rata-rata memperkirakan kontraksi yang lebih besar hingga 1,5%.

"Angka pertumbuhan PDB lebih baik dari ekspektasi namun masih didominasi oleh belanja pemerintah dan konsumen menarik kembali. Ketika pertumbuhan ekonomi dipicu belanja pemerintah, maka jelas ini adalah situasi yang tidak berkesinambungan," ujar Jack Ablin, chief investment officer Harris Private Bank seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (31/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 17,15 poin (0,19%) ke level 9.171,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 0,73% (0,07%) ke level 987,48 dan Nasdaq melemah 5,80 poin (0,29%) ke level 1.978,50.

Untuk pekan ini, Dow Jones naik 0,9%, S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq naik 0,6%. Sementara untuk sepanjang Juli, Dow Jones naik 8,6%, S&P 500 naik 7,4% dan Nasdaq naik 7,8%.

Volume perdagangan masih moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,51 miliar lembar saham, sedikit di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,27 miliar, atau hampir menyamai rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Melonjak

Harga minyak mentah dunia kemarin mencatat lonjakan lagi, setelah keluarnya data pertumbuhan ekonomi AS yang melebihi ekspektasi analis. Anjloknya dolar juga ikut memberi pengaruh.

Pada perdagangan di New York, kontrak utama minyak light sweet pengiriman September melonjak 2,51 dolar menjadi US$ 69,45 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman September naik 1,59 dolar menjadi US$ 71,70 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads