Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 03 Agu 2009 09:40 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Good morning, eTrading team baru melakukan domestik outting semalam. Sekitar 350 team etrading ikut dalam acara cinta alam ini. Makna yang paling berharga adalah bagaimana mempengaruhi masa. Ini lah yang terjadi di pasar modal kita dan global, optimisme yang tinggi. Maka dari itu saya melihat market untuk kedepannya akan mengalami koreksi sehat karena rally market sudah overshadowed berita recovery ekonomi yang ada. Tidak selamanya berita yang baik akan baik untuk pergerakan harga saham, contohnya china pada tahun 2001-5 dimana ekonomi naik sangat baik tetapi harga saham di china terkoreksi setiap tahunnya.

Untuk saya sendiri saya tidak akan melakukan apa-apa saat ini, saham tidak telihat menarik. Namun guru saya pernah mengatakan, Don’t look for Cheap Stock because cheap is dustbin. Karena semua orang telah melihat dan memdapatkan informasi yang sama dan melihat harga saham itu memang semurah itu, terkecuali anda mendapatkan yang lebih. Happy Trading to you.

Guru Says: "If, when making a stock investment, you're not considering holding it at least ten years, don't waste more than ten minutes considering it."- Warren Buffett

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dow Jones: Gubernur The Fed, Ben S. Bernanke tidak akan menaikkan biaya pinjaman hingga 2011 akibat adanya ancaman deflasi bagi US. Pertumbuhan perekonomian US akan lebih mendekati kisaran 3% daripada kisaran 5%-7%. Tingkat pengangguran tidak akan mencapai puncaknya hingga pertengahan 2010. Berdasarkan data dari departemen perdagangan US , perekonomian US berkontraksi lebih baik 1% dari perkiraan semula. Pada perdagangan pekan lalu S&P 500 ditutup +0.07% menjadi 987.48, Dow Jones +0.79 menjadi 9171.61 dan Nasdaq -0.29% menjadi 1978.5.

Regional Pagi: Banyak saham Jepang naik dengan dipimpin oleh saham perbankan setelah Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. mencatat lonjakan pendapatan hingga 48%. Mitsubishi UFJ +2.8%, Resona Holdings Inc. +2.5% sedangkan Fujifilm Holdings Co. -3.1% setelah melaporkan kerugiannya. Indeks Nikkei +0.2% menjadi 10,376.42 dan Topix +5.97% menjadi 956.23. KOSPI INDEX (+0.13%) 1,559.27. S&P/ASX 200 INDEX (+0.30%) 4,256.60. Straits Times (-0.71%) 2,640.21.

Commodity: Harga minyak menguat hingga level 1 bulan tertinggi dan bahan bakar menguat setelah laporan GDP AS menurun kurang dari estimasi dengan adanya spekulasi bahwa ekonomi akan segera berakhir dari resesi. Harga minyak pengiriman bulan September (+0.12%) $69.53/barel. Kemarin, harga minyak $69.45/barel., Gold (+0.09%) $956.7/oz, Nickel (+4.9%) $17.725/ton, Tin (+1.7%) $14.650/ton, CPO (+2%) 2.205 RMY, Coal (-1.9%) $76.6/ton

Economic & Industrial news
Economic: Belanja Subsidi 2009 Naik Rp34.2 tn
Pemerintah menetapkan anggaran subsidi sebesar Rp157.73 tn dalam APBNP 2009 atau naik dari pagu dokumen stimulus yang hanya Rp123.53 tn. Kenaikan terbesar pada subsidi energi dari Rp67.02 tn menjadi Rp99.94 tn. Subsidi BBM naik dari Rp24.52 tn menjadi Rp52.39 tn dan subsidi listrik dari Rp42.5 tn menjadi Rp47.54 tn.

Economic: 1H09, Penyerapan KUR Rp 2,4 Triliun
Hingga 1H09, penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) hanya Rp 2,4 triliun yang jauh dari target pemerintah sebesar Rp 10-11 triliun. Maka Kementerian Negara Koperasi dan UKM (Komennegkop dan UKM) meminta Komite Kebijakan Kredit Uasha Rkyat (KUR) mengevaluasi penyerapan kredit bagi pelaku UMKM yang tersedat.

Corporate news
BUMI: 60 Investor Minati Obligasi Konversi
Sebanyak 60 investor berminat membeli obligasi konvesri yang diterbitkan BUMI melalui anak usahanya Enercoal Resources Pte Ltd senilai U$375 juta. Bahkan sejumlah hedge fund siap mengucurkan dana U$175 juta. Sementara itu, manajemen belum amu mengungkapkan mengenai penawaran obligasi tersebut karena prosesnya yang tertutup.

SMRA: Jajaki Emisi Obligasi Rp150 M
SMRA tengah menjajaki penerbitan obligasi minimal Rp 150 miliar guna pengembangan pemukiman seluas 250 hektare di Bekasi Utara yang akan dimulai pada 2010. Namun, perseroan juga mengkaji pinjaman bank untuk mendanai proyek tersebut.

ADHI: Berniat Rights Issue
ADHI tengah mengkaji rights issue yang dimungkinkan dilaksanakan tahun ini dengan syarat IHSG mencapai 2.323,24 , membaiknya kondisi makro ekonomi, dan jika harga sahamnya minimal Rp 1.000 per saham.

ELSA:1H09, Peroleh Kontrak U$126 Jt
ELSA memperoleh kontrak baru selama 1H09 sebesar U$126 juta atau Rp1,26 triliun meliputi seismic geoscience, drilling dan oil field services. Oleh karena itu, total kontrak proyeknya mencapai U$319 juta.

WIKA: Akan Lepas 18,7% Saham Wika-NGK Insulator
WIKA akan melepas seluruh sahamnya (18,7%) di PT Wika-Insulator karena perseroan ingin fokus pada bisnis inti. Perolehan dana untuk membiayai diversifikasi usaha perseroan. Saat ini, perseroan tengah menjajaki joint venture dengan PT Sarana Karya dan TINS guna memasuki bisnis ekstraksi aspal alami.

TLKM: Akan Lepas 40% Saham Patra
TLKM melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara akan menjual 40% sahamnya di PT Patra Telekomunikasi, terkait ukuran bisnis Patra di bawah Metra. Sementar itu, perseroan akan menunjuk pihak ketiga untuk menentukan harga jual saham tersebut.

SMGR: Kerja Sama dengan FLSmidth
SMGR menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Denmark, FLSmidth senilai US$ 198 juta. Dengan adanya kerja sama tersebut, dipastikan pembangunan pabrik semen SMGR di Tuban Jawa Timur dan PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan akan segera berlangsung.

Dalam kerja sama tersebut, FLSmidth akan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk membangun pabrik semen. Pabrik tersebut dijadwalkan akan berproduksi pada 2012.

EXCL: Rights Issue Tertunda Lagi

Rencana rights issue EXCL molor dari yang ditargetkan akhir Juli09. Pasalnya, hingga kini pemegang saham EXCL belum merestui perseroan untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut dan menargetkan Agustus sudah ada keputusannya.

Sementara itu situs Ifrasia.com mencatat calon penjamin emisi rights issue hanya bersisa satu calon, yakni Mandiri Sekuritas. Sementara Bank of America Merill Lynch dan JP Morgan batal masuk karena perseroan ingin melakukan efisiensi.

Earnings Watch
APOL: 1H09, Catat Rugi Bersih Rp197,5 M
1H09, APOL mencatat kerugiaan bersih sebesar Rp179,5 miliar vs 1H09 laba bersih Rp44,6 miliar. Kerugian tersebut dipicu oleh rugi selisih kurs Rp 10,91 miliar vs H09 untung kurs Rp 25,15 miliar; kerugian transaksi derivatif Rp 67,54 miliar, dan beban bunga utang Rp 195,5 miliar (+61,01% yoy). Selain itu, penjualan hanya Rp 873,14 miliar (21,7% yoy).

MEDC: Laba Bersih 1H09 Anjlok 85% yoy
MEDC mencatat laba bersih 1H09 anjlok 84,9% yoy jadi U$9,57 juta seiring pendapatannya -55% yoy jadi U$311,02 juta. Selanjutnya, pinjaman bank perseroan di 1H09 meroket 655,9% yoy jadi U$456,92 juta (dari U$60,45 juta) meliputi utang jangka pendek US$71 juta dan jangka panjang US$385,12 juta.

ANTM: Penjualan 1H09 Turun 16% yoy
Penjualan ANTM pada 1H09 turun 16% yoy jadi Rp4,39 triliun karena melemahnya harga nikel. Selanjutnya, emas menjadi penyumbang terbesar penjualan (58%) seiring tingginya penjualan emas serta feronikel (21%), dan bijih nikel (16%) di 1H09. Perseroan memprediksi laba bersih 1H09 Turun dibanding tahun sebelumnya.

FREN: 1H09, Rugi Bersih Bertambah jadi Rp269,6 M
1H09, FREN mencatat kerugian bersih bertambah jadi Rp269,6 miliar dari rugi Rp99,8 miliar. Hal tersebut dipicu oleh naiknya utang 38,56% yoy dari Rp3,06 triliun jadi Rp4,24 tiliun ,naiknya beban usaha jadi Rp551,22 miliar serta pendapatan -58,4% yoy jadi Rp189,72 miliar.

HEXA: Laba Bersih 1H09 Turun 18,8% yoy
Laba bersih HEXA 1H09 turun 18,8% yoy jadi U$4,2 juta, dipicu naiknya beban bunga 17,44% yoy dari US$ 442.546 jadi US$ 519.762 serta penjualan turun 44,75% yoy dari US$ 76.972,07 jadi US$ 53.173,95 terkait turunnya kontribusi penjualan alat berat dan servis alat berat. Namun, penjualan suku cadang naik 35% yoy jadi US$ 17.589,22.

MAPI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 118,5% yoy
ASRI: Laba Bersih 1H09 +23%, Pendapatan -35% yoy

Market Flash
US : The Fed tidak menaikan suku bunga hingga 2011, Inflasi siang ini ekpektasi 0,4%MoM

News Highlight
Economic & Industrial News
Economic: Belanja Subsidi 2009 Naik Rp34.2 tn
Economic: 1H09, Penyerapan KUR Rp 2,4 Triliun

Corporate News
BUMI: 60 Investor Minati Obligasi Konversi
SMRA: Jajaki Emisi Obligasi Rp150 M
ADHI: Berniat Rights Issue
ELSA:1H09, Peroleh Kontrak U$126 Jt
WIKA: Akan Lepas 18,7% Saham Wika-NGK Insulator
TLKM: Akan Lepas 40% Saham Patra
SMGR: Kerja Sama dengan FLSmidth
EXCL: Rights Issue Tertunda Lagi

Earnings Watch
MAPI: Laba Bersih 1H09 Melonjak 118,5% yoy
HEXA: Laba Bersih 1H09 Turun 18,8% yoy
FREN: 1H09, Rugi Bersih Bertambah jadi Rp269,6 M
ANTM: Penjualan 1H09 Turun 16% yoy
MEDC: Laba Bersih 1H09 Anjlok 85% yoy
APOL: 1H09, Catat Rugi Bersih Rp197,5 M

Rumours
Harga saham CPRO berpotensi ke Rp145-150/saham, seiring akan diperolehnya dana penebusan waran serta melonjaknya permintaan ekspor udang ke Timur Tengah dan Eropa.

Harga saham SRSN berpotensi ke Rp100/saham. Pasalnya perseroan semakin agresif ekspansi guna meningkatkan kinerjanya seiring rencananya yang akan memproduksi pupuk organik.

Corporate Action
Cum dividen Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar US$0,015/saham Ex dividen (4/8)

Technical Picks
ASII (Rp 29.300) – BUY
BUMI (Rp 2800) – BUY
PTBA (Rp 13.600) – BUY
TLKM (Rp 8950) – SELL

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads