BUMI Masih 'Berkuasa' di Lantai Bursa

BUMI Masih 'Berkuasa' di Lantai Bursa

- detikFinance
Senin, 03 Agu 2009 10:22 WIB
BUMI Masih Berkuasa di Lantai Bursa
Jakarta - Aksi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) belum berhenti hingga awal pekan ini. BUMI kembali menguasai hampir 50 persen dari nilai perdagangan.

Saham BUMI pada perdagangan Senin (3/8/2009) pukul 10.15 waktu JATS, saham BUMI tercatat turun Rp 25 menjadi Rp 2.775 dengan nilai transaksi Rp 1 triliun. Nilai transaksi tersebut berarti 46% dari seluruh nilai transaksi perdagangan di seluruh pasar yang mencapai Rp 2,176 trilun.

Sementara IHSG tercatat naik 17,740 poin (0,76%) ke level 2.340,976. Nilai tukar rupiah menguat tajam ke 9.910 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG tetap menguat di tengah bursa regional yang bergerak variatif. Indeks Hang Seng dibuka melemah 46,84 poin (0,23%) ke level 20.526,49.Indeks Nikkei-225 melemah 28,51 poin (0,28%) ke level 10.328,32.

"Sedangkan harga komoditas cenderung menguat khususnya minyak. Saham-saham sektor energi di dalam negeri berpeluang kembali menguat hari ini. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak dalam kisaran S2: 2284 S1: 2304 R1: 2338 R2: 2352," demikian riset dari Sucorinvest.

Sucorinvest juga mencatat, IHSG pada Jumat pekan lalu mencatat penguatan, dimana saham-saham sektor pertambangan mencatat penguatan terbesar. Sedangkan saham sektor barang konsumsi mencatat pelemahan paling besar. Nilai transaksi di pasar reguler luar biasa besar mencapai Rp 9,5 triliun.

"Angka tersebut merupakan rekor tertinggi nilai transaksi harian di pasar reguler sepanjang sejarah," jelas Sucorinvest.

GDP AS yang diumumkan hari Jumat lalu sedikit lebih baik dari konsensus analis. Analis memperkirakan ekonomi AS masih akan berkontraksi sebesar 1,5% pada kuartal kedua, namun berita yang diumumkan hari Jumat memperlihatkan GDP AS hanya berkontraksi 1% dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Namun demikian berita tersebut tidak memperngaruhi pergerakan bursa wallstreet secara signifi kan. Bursa wallstreet ditutup menguat tipis," demikian analisa Sucorinvest.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads