Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 04 Agu 2009 09:18 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Market kembali memfokuskan diri dengan harga konversi BUMI yang wajar. Hari ini dua media mencatatkan harga CB untuk BUMI adalah di kisaran 3,300 – 3,400. Menurut saya, harga ini di valuasikan dengan PER sekitar 13x-14x earnings β€˜09 yang menurut kami masih murah dibandingkan industry batu-bara saat ini sekitar 18x – 20x earning β€˜09. Menurut saya BUMI hanya menunggu waktu untuk meningkatkan kepercayaan investor asing kembali ke saham tersebut.

Dari sisi macro indonesia, Inflasi kembali mencatat sangat rendah 0,45% MoM atau 2,7% YoY terendah sejak 9 tahun terakhir. Ini memberi peluang untuk BI rate turun kembali. Menurut kita BI rate sudah pada level yang cukup rendah, tinggal bagaimana realisasi dan confident index bisa membantu perbankan dan real sector player kembali mengenjot kredit.

Hari ini kita menaikan Target Harga untuk ketiga pemain semen SMCB, Buy, dari 1,300 menjadi 1,700 dan SMGR, Buy, dari 5,400 menjadi 7,100 dan INTP,Hold, dari 6,800 menjadi 8,900. Apa yang membuat kita menaikan TP. 1) Harga jual cement yang di perkirakan turun ternyata naik YoY dan bertahan di QoQ meskipun volume turun. Ini menunjukan pricing power dari oligopoly market (90% market share untuk ketiga pemain). 2) Laporan 1H09 yang menunjukan kekuatan ekonomi domestik Indonesia akan memberi katalyst indonesia sebagai pemain domestik market dan infrastructure related yang paling di unggulkan untuk topik rekomendasi selanjutnya. Cement adalah bahan dasar dari pertumbuhan infra. 3) Margin operational yang sangat menakjubkan meskipun harga energy seperti batu-bara masih tinggi namun perusahaan mampu meningkatkan margin laba. Dari sisi negative adalah SMCB laba tertekan setelah perusahaan merestrukturisasi utangnya, namun kita belum pasti impact dari bunga utang tersebut.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guru Says: "It's human nature to keep doing something as long as it's pleasurable and you can succeed at it - which is why the world population continues to double every 40 years."- Peter Lynch

Dow Jones: Pada perdagangan kemarin indeks S&P 500 berhasil menembus level 1.000 untuk pertama kalinya sejak November dan komoditas mengalami lonjakan paling tinggi sejak Maret. Pengeluaran untuk manufaktur dan konstruksi US melebihi estimasi semula dan hasil produksi Cina meningkat. Copper naik ke level tertinggi dalam 10 bulan dan memicu kenaikan UBS Bloomberg Constant Maturity Commodity Index sebesar 4.1%. Crude Oil menjadi $70/barel, pertama kalinya sejak 1 Juli. Sementara itu, 10-year treasury notes mengalami penurunan tertajam dalam dua bulan dan dolar turun ke level terendahnya dalam beberapa miggu ini sejak Lehman Brothers Holdings Inc. jatuh.

Indeks S&P 500 +1.5% menjadi 1,002.63, Dow Jones +1.25% menjadi 9,286.56 dan Nasdaq berada di atas level 2000 utnuk pertama kalinya sejak Oktober. Bank of America naik lebih dari 3.5% setelah HSBC Holdings Plc. melaporkan laba yang tidak terduga sebesar $3.35 milyar.

Regional Pagi: Indeks Topix mengalami kenaikan untuk hari ke-13 setelah Panasonoc Corp. mempersempit perkiraan untuk kerugian kuartalannya dan harga komoditas naik. Canon Inc. +1.4% dan Inpex Corp. naik 1.4%. Nikkei 225 +0.9% menjadi 10,440.78 dan Topix +9.49% menjadi 967.05. Crude oil rally 3.1% menjadi $71.58/barel dan harga enam logam lainnya naik rata-rata 4.9% di London. S&P/ASX 200 (+1.6%), Kospi (+1.2%) NZX-50 (+1.9%) Straits Times (+0,53%) 2,695.76

Commodity: Crude oil (-0.3%) $71.3/barel, Gold (-0.01%) $958.7/oz, Nickel (+5.3%) $18.670/ton, Tin (+2.9%) $15.075/ton, CPO (+4.8%) 2.315 RMY.

Company Focus


Macroeconomic: July Inflation, Export-Import

July Inflation, Export-Import


  • Juli mencatat kenaikan inflasi secara MoM dari 0.11% menjadi 0.45%, namun turun secara yearly basis disebabkan dasar perhitungan yang lebih tinggi (2007=100).
  • Inflasi lebih disebabkan oleh demand side, dengan inflasi tertinggi di sektor pendidikan, memasuki tahun ajaran baru. Kenaikan juga terjadi di sektor pangan, disebabkan musim kemarau.
  • Kami mengestimasi bulan September inflasi akan mencapai puncak disebabkan seasonal demand pull inflation bertepatan dengan Puasa dan Idul Fitri
  • Ekspor naik 1.3% MoM sementara Impor naik lebih tinggi 4.1%, membuat surplus turun 12.1% ke US$1.4 bn
  • BI akan mengumumkan BI rate pada hari Rabu (5/8), dengan stabilnya pergerakan rupiah yang cenderung menguat serta minimnya potensi cost push inflation dan rendahnya penyaluran kredit, kami memprediksi BI rate akan turun 25bps ke 6.5%.

Cement: Strong ASP in 1H09 on resilient Domestic Market
SMGR, INTP dan SMCB mencatat pertumbuhan pendapatan masing-masing sebesar 19%, 7% dan 15% pada 1H09. Walupun mengalami penurunan dalam volume, harga rata-rata penjualan YoY tetap tinggi. Pertumbuhan untuk kuartal ini dari kuartal pertama dipimpin oleh SMGR -1%, diikuti oleh SMCB -6% dan INTP -7%. SMGR dan INTP mencatat pendapatan yang baik sementara SMCB memiliki beban bunga yang besar setelah restrukturisasi yang dilakukan pada tahun ini. ami menaikkan target price sebesar 15-30% dan memilih SMCB dan SMGR sebagai favorit. Kami merekomendasikan 'buy' untuk SMGR dan SMCB dengan TP 7.100 dan 1.700, sedangkan untuk INTP kami merekomendasikan 'neutral' dengan TP 8.900.


Economic & Industrial news

Economic: Obligasi PLN Tawarkan Yield 8,125%-8,25%
PLN, melalui anak usahanya Majapahit Holding B.V menawarkan obligasi dengan yield 8,125%-8,25%, bertenor 10 tahun senilai US$ 750 juta. Dalam menjual obligasi tersebut, PLN mendapat bantuan dari UBS AG dan Barclays Capital. Obligasi tersebut mendapat peringkat BB-.

Corporate news

BUMI: Harga Obligasi Konversi Diprediksi Rp3.366
Pengamat pasar modal David Cornelis memprediksi harga obligasi konversi BUMI melalui Enercoal Resources sebesar Rp3.366,91/saham, merupakan harga premium 30% dari harga rata-rata selama 3 hari berturut-turut sejak 30 Juli, 31 Juli, dan 3 Aguts09 sebesar Rp2.589,93/saham. Sementara itu, manajemen BUMI belum mau mengomentari kabar tersebut.

MTDL: Tunda Akuisisi Xerindo
MTDL menunda penambahan saham di PT Xerindo Teknologi dari 37,21% jadi 57,97% saham hingga Februari-10 dari sebelumnya 3Q09. Pasalnya perseroan masih ingin mengamati kinerja keuangan Xerindo sebelum diakuisisi.

ASII: Tambah Saham AUTO jadi 93,91%
ASII menambah kepemilikan saham di AUTO sebanyak 13,47 juta dari 724,16 juta saham jadi 737,64 juta saham (93,91%) senilai Rp46,4 miliar atau Rp3.450/saham.

IPO: Quattro Kaji Pembelian Berau
Kentjana Widjaja melalui PT Quatro Inti Investama akan menawar hingga 90% saham PT Berau Coal. Sementara itu, sejumlah calon pembeli yang lolos tengah melaksanakan uji tuntas Berau hinga 28 Agustus09.

BBCA: Beri Kredit ke EXCL dan ISAT, Rp1 tn
BBCA menyediakan kredit senilai Rp1 tn ke EXCL dan ISAT, saat ini outstanding kredit BBCA mencapai Rp44 tn. BBCA mengekspektasi dapat mengucurkan kredit korporasi minimal Rp2 tn hingga akhir tahun. (investor/li) Comment: outstanding kredit korporasi BBCA mencapai Rp44 tn atau 84% dari target kami untuk kredit korporasi BBCA, Rp52 tn. Sehingga kedepan pertumbuhan kredit korporasi kami estimasi akan flat, kami melihat masih adanya pertumbuhan positif di sektor properti dan semen untuk BBCA. (TP Rp4.400) BUY

MEDC: Medco Akan Pasok Gas PLTG Mura
Anak usaha MEDC, PT Medco E&P Indonesia segera memasok gas ke PLTG Mura berkapasitas 2x15 MW dengan proyeksi harga jual sebesar US$1-US$3 per mmBtu guna mengaliri listrik di 5 kecamatan, Kab. Musi Rawas.

BHIT: 5 Perusahaan Asing Minati Indovision
BHIT menyatakan selain BMTR, lima perusahaan asing yang bergerak di bidang investasi dan bisnis media berminat membeli 20-30% saham BHIT di PT MNC Skyvision . Namun, BHIT enggan menyebutkan identitas perusahaan asing tersebut.

ANTM: ANTM dan PIP Siapkan 4 Skenario Newmont
ANTM dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Depkeu menyiapkan empat skenario kerjasama dengan tiga Pemda NTB guna membeli 14% saham Newmont senilai US$493,6 juta.

Market Flash
US : S&P di atas 1.000, CPO dan Nickel +5%

Company Focus
Macroeconomic: July Inflation, Export-Import
Cement: Strong ASP in 1H09 on resilient Domestic Market

News Highlight


Economic & Industrial News
Economic: Obligasi PLN Tawarkan Yield 8,125%-8,25%

Corporate News
BUMI: Harga Obligasi Konversi Diprediksi Rp3.366
MTDL: Tunda Akuisisi Xerindo
ASII: Tambah Saham AUTO jadi 93,91%
IPO: Quattro Kaji Pembelian Berau
BBCA: Beri Kredit ke EXCL dan ISAT, Rp1 tn
MEDC: Medco Akan Pasok Gas PLTG Mura
BHIT: 5 Perusahaan Asing Minati Indovision
ANTM: ANTM dan PIP Siapkan 4 Skenario Newmont

Rumours
Harga saham FREN berpotensi ke Rp80-100/saham, seiring finalisasi penjualan 19% saham perseroan oleh BMTR. Kabarnya, perusahaan telekomunikasi dari Korea Selatan mnjadi pembeli saham FREN. Selain itu, perseroan juga akan melanjutkan rencana ekspansi usaha yang tertunda sebelumnya.

Harga saham CTTH verpotensi ke Rp100/saham. Kabarnya, perseroan tengah bernegosiasi dengan investor Singapura terkait penjualan saham perseroan dengan harga premium. Serta rencana perseroan memperluas pemasaran produknya ke mancanegara.

Technical Picks
SMRA (Rp 520) – SELL
MDLN (Rp 183) – SELL
KIJA (Rp 130) – SELL
ANTM (Rp 2300) – SELL

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads