Demikian disampaikan Presiden Direktur BSDE Harry Budi Hartanto dalam siaran persnya, Selasa (4/8/2009).
Pada akhir semester I-2009, BSDE mencatat laba bersih Rp 125 miliar, naik 21,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 103 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjut Harry, laba kotor tercatat turun menjadi Rp258,02 miliar dibandingkan semester I-2009 sebesar Rp 304,792 miliar. Hal yang sama terjadi pada pendapatan usaha yang tercatat turun menjadi Rp 535,60 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 700,875 miliar.
Marjin laba kotor tercatat meningkat menjadi menjadi 48,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar 43,49%. Marjin laba operasi tercatat 31,16% lebih baik dibandingkan marjin laba operasi periode yang sama tahun 2008 sebesar 27,90%. Hal yang sama terjadi pada marjin laba bersih yang melesat menjadi 23,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar 14,68%.
Selain itu, jelas Harry, posisi kas BSDE tercatat Rp 912 miliar yang memberikan posisi menguntungkan bagi perseroan untuk merealisasikan rencana pengembangan lahan dan pembangunan kawasan BSD City sebagai kawasan Kota Mandiri.
"Kami optimis perseroan mampu melanjutkan tren pertumbuhan positif yang lebih kuat di semester II-2009," kata Harry.
BSD City adalah kota mandiri terbesar di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Kawasan kota Mandiri ini terdiri atas kombinasi kawasan perumahan dengan kawasan niaga terpadu. Kawasan ini akan menempati area seluas 5.950 hektar dan didirikan pada tahun 1984.
"Seiring dengan suksesnya kawasan perumahan, komersial dan industri, BSD City akan melanjutkan pembangunan tahap II yang meliputi area seluas 2.000 hektar untuk memenuhi tingginya pertumbuhan permintaan di kawasan yang kami kelola," papar Harry.
(dro/qom)










































